UN Women dan Pemda Sigi Perkuat Peran Perempuan dalam Perdamaian Berkelanjutan

UN Women dan Pemda Sigi Perkuat Peran Perempuan dalam Perdamaian Berkelanjutan Staf Ahli Bupati Sigi, Noviani Trisce Porou, menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia di Gedung Kesenian Taiganja, Sigi. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI - Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia dengan tema Pertukaran Pengetahuan Humanitarian-Development-Peace (HDP) Nexus: Perempuan Berdaya untuk Perdamaian Berkelanjutan digelar di Gedung Kesenian Taiganja, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini diinisiasi oleh UN Women dan dilaksanakan bersama Pemerintah Daerah Sigi.

Acara tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Laode Muhammad Talib; Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Noviani Trisce Porou; Perwakilan UN Women, Lorysa; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Moh. Ambar Mahmud; serta kepala OPD, kepala desa, dan Satgas PPA.

Noviani, yang hadir mewakili Bupati Sigi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momen refleksi yang sangat bermakna.

“Kita diajak untuk mengingat kembali pentingnya solidaritas, kepedulian, dan kolaborasi antar berbagai pihak dalam menghadapi tantangan kemanusiaan, pembangunan, dan perdamaian di berbagai belahan dunia, termasuk di Kabupaten Sigi yang kita cintai,” ujarnya.

Pemerintah Daerah mengapresiasi inisiatif UN Women bersama mitra nasional maupun lokal dalam menyelenggarakan pertukaran pengetahuan HDP Nexus.

“Inisiatif ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi lintas sektor, memastikan bahwa upaya kemanusiaan berjalan beriringan dengan pembangunan dan perdamaian,” jelasnya.

Noviani juga menegaskan bahwa Kabupaten Sigi bukanlah wilayah yang asing terhadap isu kemanusiaan.

“Pada tahun 2018, Sigi terdampak bencana gempa bumi serta likuifaksi yang menjadi pelajaran berharga betapa pentingnya kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan pascabencana yang terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan dan rekonsiliasi sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep HDP Nexus sangat relevan untuk diterapkan.

“Konsep HDP Nexus ini relevan sekali bagi kita, karena di dalamnya terkandung gagasan bahwa tidak ada pembangunan tanpa perdamaian dan tidak ada kedamaian tanpa terpenuhinya kebutuhan manusia,” ujarnya.

“Ketiganya saling terkait dan harus berjalan seiring agar masyarakat dapat bertumbuh dalam rasa aman, sejahtera, dan berdaya,” sambungnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ajang saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi dari berbagai pihak.

“Tidak hanya di tingkat global maupun nasional, tetapi juga pembelajaran yang lahir dari komunitas lokal yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai krisis,” ujarnya.

Pemda juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam gerakan HDP Nexus.

“Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan, mediator perdamaian, dan pemimpin komunitas yang mampu mendorong ketahanan sosial. Oleh karena itu, pengadaan kegiatan UN Women dalam kolaborasi ini menjadi sangat strategis. Kabupaten Sigi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional, dalam rangka mewujudkan ketahanan masyarakat,” pungkasnya. (Andry)