Three Ends di Car Free Day Tolitoli, Gaungkan Stop Kekerasan pada Anak dan Perempuan
- Minggu, 27 Juli 2025 - 14:18 WITA
- Editor: Nasha
(Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Pada Minggu pagi yang cerah, 27 Juli 2025, masyarakat Kabupaten Tolitoli memadati Lapangan Taman Kota Gaukkan, Kecamatan Baolan, untuk menikmati kegiatan Car Free Day. Selain menjadi sarana untuk menjernihkan pikiran dan mengistirahatkan tubuh dari rutinitas pekerjaan, masyarakat juga memanfaatkan hari bebas kendaraan bermotor ini untuk berkuliner, berekreasi, dan berolahraga, sebagaimana rutin dilakukan setiap akhir pekan.
Namun kali ini, Car Free Day hadir dengan nuansa berbeda. Tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, kegiatan ini sekaligus menggaungkan kampanye “Three Ends” atau “Tiga Akhiri”, sebuah program unggulan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA). Program ini menyoroti tiga isu utama: kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi perempuan. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak di Indonesia.
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tolitoli bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Lomba Senam dalam rangka mendukung upaya pemberdayaan dan perlindungan anak di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini berlangsung Minggu, 27 Juli 2025, pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, di Halaman Lapangan Taman Kota Gaukkan, Kecamatan Baolan.
Lomba senam tersebut diikuti oleh 9 peserta yang terdiri dari Ibu-ibu Persit, Jalasenastri, Bhayangkari, DWP PKK Tolitoli, GOW Tolitoli, mahasiswa Universitas Madako, Forum Genre Tolitoli, dan lainnya. Kegiatan berlangsung meriah, penuh antusias dari para peserta dan masyarakat yang hadir. Iringan musik yang mengalun menggugah para penonton untuk ikut bergoyang menikmati suasana.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, serta dihadiri jajaran Forkopimda Tolitoli, camat, dan pengurus GOW Tolitoli.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amran Hi. Yahya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai mampu memperkuat perekonomian lokal dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Perempuan memiliki peran yang strategis dalam pembangunan, baik sebagai individu, ibu pendidik dalam keluarga, maupun bagian penting dari masyarakat. Begitu pula pada anak-anak yang harus selalu dilindungi dan disiapkan lingkungan yang aman dalam mendukung tumbuh kembangnya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa lomba senam ini menjadi momentum yang tepat untuk menggaungkan Stop Kekerasan pada Anak dan Perempuan, karena olahraga dipercaya dapat menjernihkan pikiran dan penting bagi kesehatan.
Sementara itu, Ketua GOW Tolitoli, Ny. Caroline Moh. Besar Bantilan menyampaikan bahwa lomba ini menjadi wadah yang baik dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Lomba ini dilaksanakan antar organisasi wanita sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dalam mewujudkan kampanye Stop Kekerasan pada Perempuan dan Anak, serta menegaskan bahwa kekerasan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala DP3A Tolitoli, Halimah Setyoningrum, juga mengaku senang atas pelaksanaan kegiatan ini karena mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin berani dalam melaporkan jika terdapat kekerasan terhadap perempuan dan anak, karena kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang dikemas melalui lomba senam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat,” tambahnya.
Adapun hasil dari keputusan dewan juri, pemenang lomba senam adalah sebagai berikut:
- Juara 1: Ibu-ibu Bhayangkari
- Juara 2: DWP PKK Tolitoli
- Juara 3: Ibu-ibu Persit
- Juara Favorit: Jalasenastri Lanal Tolitoli
Penilaian lomba didasarkan pada berbagai kriteria seperti teknik gerakan, kekompakan, ekspresi, kerapian, variasi, tingkat kesulitan, ketepatan, dan penguasaan gerakan. (Nasha)