Tanggapan dan Komitmen Bupati Sigi terkait pencegahan PMI ilegal

Tanggapan dan Komitmen Bupati Sigi terkait pencegahan PMI ilegal Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae. (foto: Andry/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu - Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan komitmennya untuk mendukung pencegahan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal itu ia sampaikan usai menghadiri kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Migran Indonesia (P2MI) di Gelora Bumi Kaktus, Palu, Sulawesi Tengah.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri P2MI dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU), deklarasi pencegahan PMI ilegal, serta sosialisasi peluang kerja ke luar negeri.

“saya sangat menikmati mendengarkan apa yang disampaikan oleh bapak menteri tadi,”ujarnya.
Bupati juga menambahkan bahwa anak-anak ini tidak hanya pergi untuk bekerja ke luar negeri tetapi juga belajar dan mengumpulkan pengalaman di luar sana,” kata Rizal

Menurut Rizal, para pekerja migran dari daerahnya diharapkan tidak sekadar mencari nafkah, melainkan juga memperoleh keterampilan yang bisa dibagikan saat kembali ke kampung halaman. “Ketika mereka pulang, mereka bisa menjadi mentor dan membuka lapangan kerja baru dengan pengalaman yang dimiliki,” ujarnya.

Rizal menilai, program migrasi kerja yang legal dapat membantu mengurangi angka pengangguran di kalangan pemuda. Pemerintah Kabupaten Sigi, kata dia, juga telah menyiapkan inisiatif untuk pengembangan sektor pertanian melalui program petani milenial.

“kami juga sudah menyiapkan bagi dalam negeri untuk menjadi petani milenial agar apa yang menjadi asa cita pak presiden swasembada pangan, Sigi juga dapat berkontribusi dalam rangka menyahuti swasembada pangan presiden,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Rizal berkomitmen melakukan sosialisasi pencegahan PMI ilegal dan TPPO di wilayahnya. Ia akan melibatkan kepala desa serta dinas terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sigi.

“Insyaallah saya akan membuat sosialisasi dengan dibantu kepala desa, karena mereka semua hadir tadi dan juga tentunya saya akan meminta kepada dinas terkait dalam hal ini yaitu dinas Nakertrans yang ada di kabupaten Sigi untuk membuat prosedur atau mekanisme bagaimana menjadi migran yang legal bukan ilegal kira-kira seperti itu,” jelasnya. (Andry)