Sulteng Berduka, Gumyadi Mantan Sekda Provinsi Tutup Usia
- Rabu, 04 Juni 2025 - 11:58 WITA
- Editor: Apri
Sulawesi Tengah berduka. Gumyadi, mantan Sekda dan tokoh birokrasi yang penuh dedikasi, tutup usia. (Foto: IST)
Faktasulteng.id, PALU - Sulawesi Tengah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Gumyadi, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah, meninggal dunia pada Rabu pagi, 4 Juni 2025. Kabar duka ini dengan cepat menyebar melalui pesan berantai di berbagai grup WhatsApp, memantik gelombang kesedihan dan ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak GUMYADI, mantan SEKDA PROVINSI SULAWESI TENGAH. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Aamiin,” demikian bunyi salah satu pesan yang beredar luas.
Jejak Pengabdian Birokrat Berhati
Masyarakat Sulawesi Tengah mengenal Gumyadi sebagai seorang birokrat yang bekerja dengan sepenuh hati. Mengawali kariernya di lingkungan Pemerintah Provinsi sejak era 1980-an, ia menunjukkan ketekunan dan komitmen tinggi yang membawanya menapaki berbagai jabatan. Puncaknya, ia menjabat sebagai Sekretaris Provinsi pada awal tahun 2000-an.
Selain itu, Gumyadi juga pernah dipercaya memimpin Kabupaten Tolitoli sebagai bupati di masa Orde Baru. Di setiap posisi yang diembannya, ia dikenal dengan kepemimpinan yang tegas, jujur, dan penuh empati. Ia aktif membenahi sistem birokrasi, mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, dan memainkan peran penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Gumyadi tidak hanya sekadar menjalankan tugas, namun juga memberikan makna dalam setiap pengabdiannya.
Kenangan dari Kolega dan Masyarakat
Meski pihak keluarga dan pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi mengenai lokasi dan jadwal pemakaman, doa serta belasungkawa telah mengalir deras dari masyarakat dari berbagai lapisan. Rekan-rekan sejawat mengenang Gumyadi sebagai sosok yang rendah hati dan berintegritas tinggi. Banyak yang bersaksi bahwa ia tak sekadar memimpin, melainkan juga membimbing, menginspirasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang manusiawi.
Kini, Gumyadi telah berpulang. Namun, jejak pengabdiannya yang mendalam akan terus hidup dalam ingatan warga Sulawesi Tengah yang pernah merasakan hasil kerja kerasnya.
Selamat jalan, Pak Gumyadi. Semoga Allah SWT menempatkanmu di sisi terbaik-Nya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa aafihi wa’fu ‘anhu. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (Apri)