Staf Ahli Gubernur Tantang Pengusaha Muda Bangun Industri di Sulteng
- Rabu, 21 Mei 2025 - 12:17 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tengah. (foto: Ro Adpim Setdaprov Sulteng)
Faktasulteng.id, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong pengusaha muda untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tengah, Selasa, 20 Mei 2025, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Farid R. Yotolembah, S.Sos., M.Si, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap peran HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Inisiatif seperti promosi produk lokal dan dukungan terhadap start-up mencerminkan komitmen HIPMI dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan,” kata Farid saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Hotel Best Western Coco, Palu.
Ia menilai upaya HIPMI mempromosikan produk lokal dan mendukung pertumbuhan startup sebagai langkah konkret membangun ekonomi yang berkeadilan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan sembilan program unggulan Pemprov yang dikemas dalam semangat BERANI, untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah NAMBASO - besar, hebat, dan terkemuka.
“Kami ingin memastikan pembangunan terasa hingga ke desa, pesisir, dan pegunungan,” ujar Farid.
Di hadapan pengurus dan anggota HIPMI, Farid melempar tantangan: para pengusaha muda tak hanya mengejar proyek jangka pendek, tapi harus berani membangun sektor industri jangka panjang, terutama yang padat karya dan ramah lingkungan. Salah satunya, kata dia, adalah membangun pabrik gula.
“Hingga hari ini, belum ada pabrik gula berdiri di Sulteng. Ini peluang besar,” ucapnya.
Ia meminta HIPMI keluar dari zona nyaman sebagai pelaksana proyek pemerintah. “HIPMI harus mandiri dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Farid.
Rakerda yang berlangsung dengan semangat kolaboratif ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi ide dan lahirnya program-program strategis bagi kemajuan dunia usaha di Sulawesi Tengah. Farid menyatakan, hasil rakerda perlu menjawab tantangan zaman dan menjadi acuan pembangunan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam pembukaan rakerda, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) BPP HIPMI Tri Febrianto Damu Remi, Ketua BPD HIPMI Sulteng Muhammad Fakhri Fadlurrahman, forkopimda, pejabat daerah dan mitra kerja terkait. (**)