Sry Nirwanti Luncurkan Program Mandiri Sahabat Desa di Palu, Dorong Sinergi Tuntaskan Stunting
- Jumat, 23 Mei 2025 - 16:57 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
peluncuran program Mandiri Sahabat Desa di Kelurahan Tipo(foto: ist)
Faktasulteng.id, PALU - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, meluncurkan program Mandiri Sahabat Desa di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Selasa lalu. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK, Bank Mandiri, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah dalam upaya percepatan penurunan stunting hingga ke pelosok daerah.
Peluncuran ini sekaligus menjadi titik awal Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah inisiatif yang mendorong peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam menekan prevalensi stunting, khususnya pada anak usia di bawah dua tahun.
Sry Nirwanti menegaskan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat. Dalam kunjungannya, ia menyambangi sejumlah rumah warga dan berdialog dengan para ibu muda. “Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, dari keluarga. Terutama dari ibu, karena dari rahim yang sehat lahir generasi yang kuat,” kata Sry.
Ia juga menekankan bahwa stunting bukan sekadar soal pertumbuhan fisik, tetapi berdampak pada kualitas kecerdasan dan produktivitas generasi mendatang. “Investasi terbaik adalah pada kesehatan dan pendidikan anak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK juga menggencarkan edukasi gizi seimbang, sanitasi, dan pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana. Metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD disarankan guna menjaga kesehatan ibu dan mengatur jarak kelahiran.
Program Mandiri Sahabat Desa merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Bank Mandiri yang menyediakan bantuan makanan bergizi gratis untuk anak usia 0-2 tahun serta edukasi dan pendampingan berkelanjutan kepada keluarga penerima manfaat. Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi sasaran, bersama Papua dan DKI Jakarta.
“Ini adalah kepercayaan dan peluang besar bagi daerah. Mari kita manfaatkan dengan optimal untuk menurunkan angka stunting dan mewujudkan generasi emas 2045,” ujar Sry.
Peluncuran program ini dihadiri oleh perwakilan BKKBN Sulteng, Bank Mandiri, kader PKK, dan tokoh masyarakat. Ketua TP PKK mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi lintas sektor. “Menurunkan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi butuh kerja sama semua pihak, dari pusat hingga desa,” katanya.
Program ini menjadi salah satu contoh konkrit kolaborasi pemerintah dan swasta dalam memperkuat visi Sulawesi Tengah Berani Sehat dan Berani Cerdas. (**)