Sry Nirwanti Dorong PAUD Holistik dan Inklusif di Parigi Moutong
- Rabu, 14 Mei 2025 - 18:21 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan ke Kabupaten Parigi Moutong dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pendidikan Inklusi PAUD. (foto: Ist.)
Faktasulteng.id, PARIGI MOUTONG - Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) yang holistik dan inklusif dalam kunjungannya ke Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 14 Mei 2025. Ia hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pendidikan Inklusi PAUD yang dihadiri pula oleh Penjabat Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola, serta para pemangku kebijakan pendidikan daerah.
Dalam sambutannya, Sry menekankan bahwa PAUD tak semata menjadi tempat anak bermain, tetapi merupakan pijakan awal pembentukan karakter dan kecerdasan anak bangsa. “Pendidikan PAUD harus menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan anak,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas PAUD sangat bergantung pada kompetensi pendidik, lingkungan belajar yang aman dan stimulatif, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam memastikan layanan PAUD berjalan secara integratif.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional, Dr. Diahrini Leswati, S.Pi., M.Si., yang menguraikan pentingnya pendekatan inklusif dalam sistem PAUD. Diahrini menyebut, ruang belajar yang ramah bagi seluruh anak termasuk anak berkebutuhan khusus—merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan dasar.
Sry Nirwanti juga mendorong percepatan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di seluruh kecamatan dan desa. Ia meminta agar peran Bunda PAUD tak berhenti pada tataran simbolik, tetapi menjadi motor penggerak dalam pengawasan dan perencanaan layanan pendidikan anak usia dini.
“Perlu ada sinergi yang konkret antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini,” ujarnya. Ia menambahkan, keberhasilan generasi emas Indonesia ditentukan oleh penguatan karakter anak sejak dini dan transisi pendidikan yang menyenangkan ke jenjang berikutnya. (**)