Satgas Migran Dibentuk di Desa Langaleso, Kades: Tangkap Oknum Perekrut Ilegal!
- Rabu, 30 Juli 2025 - 19:06 WITA
- Editor: Andry
(Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, SIGI - Rapat persiapan implementasi program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) dilaksanakan di Kantor Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Migran untuk desa tersebut.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sigi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Muin Mursalin; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sigi yang diwakili oleh Sekretaris PMD, Mohammad Iqbal; perwakilan dari BP3MI, Merli Nancy Riga; Kepala Desa Langaleso, Nurlin Haruna; serta unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan ketua adat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Langaleso, Nurlin Haruna, menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, Desa Langaleso telah dikunjungi oleh Dirjen Ketenagakerjaan dari pusat untuk membahas pembentukan Satgas Tenaga Kerja.
“Perlu kita ketahui bahwa tenaga kerja yang ada di luar saat ini masih banyak yang tidak resmi, maka dari itu perlu dibentuk Satgas untuk mencegah mereka-mereka yang ingin merekrut tenaga kerja yang tidak resmi,” ujar Nurlin.
Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap masyarakat yang berangkat bekerja ke luar negeri tanpa melalui jalur resmi, bahkan sering tanpa sepengetahuan keluarga.
“Nah, kadang saya kecewa, biasanya tidak ada sama sekali laporan, tiba-tiba sudah sampai di Jakarta atau Makassar dan akan diberangkatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Nurlin menegaskan bahwa pembentukan Satgas ini menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa, dan berharap Satgas yang dibentuk dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Siapapun nanti yang akan menjadi ketua Satgas agar supaya mengerjakan tugasnya dengan baik. Kalau bisa, siapapun dia—walaupun dia oknum TNI ataupun Polri—kalau ada kaitannya dengan tenaga kerja yang tidak resmi, tangkap,” pungkas Nurlin. (Andry)