Sambut Musim Kemarau, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Siap Kawal Swasembada Pangan
- Kamis, 05 Juni 2025 - 10:10 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(foto: Biro Administrasi Pimpinan)
Faktasulteng.id, PALU - Menghadapi ancaman musim kemarau 2025, pemerintah pusat mendorong percepatan swasembada pangan di seluruh daerah. Dalam rapat koordinasi nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Selasa, 3 Juni 2025, Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si, menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung program ketahanan pangan di wilayahnya.
Rapat yang digelar secara hybrid dari Kantor Kemendagri itu dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti sejumlah kepala daerah, serta dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri PUPR Dody Hanggodo.
Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia mengingatkan bahwa persoalan pangan tak hanya menyangkut ketersediaan, tapi juga inflasi dan daya beli masyarakat. “Pangan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2025 sebesar 1,60 persen (year-on-year), relatif stabil. Namun, potensi risiko akibat musim kemarau tetap membayangi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan bersifat basah, tetapi Presiden Prabowo Subianto tetap menargetkan produksi optimal, bahkan mendorong ekspor beras.
“Selama ini kita dikenal sebagai importir. Jika bisa ekspor, posisi Indonesia akan lebih strategis di pasar global,” kata Presiden dikutip Mendagri.
Menteri Pertanian Andi Amran menyebut stok beras nasional mencapai 4 juta ton—tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan masa kritis produksi padi akan terjadi sepanjang Juni hingga September. Pemerintah pun menggulirkan program pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, dan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Pompa dan irigasi jadi kunci menjaga produktivitas sawah saat curah hujan minim,” kata Amran. Pemerintah berencana mendistribusikan 80.000 unit pompa ke berbagai daerah.
Amran juga menyoroti tidak terintegrasinya sistem irigasi antarlevel pemerintahan. Banyak proyek infrastruktur tak berdampak karena saluran irigasi tak menyambung dari hulu ke hilir. Untuk itu, Presiden menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi nasional.
Menanggapi arahan pusat, Gubernur Anwar Hafid memastikan Sulawesi Tengah siap menjalankan berbagai program prioritas tersebut. “Kami akan memastikan program irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompanisasi di Sulawesi Tengah berjalan optimal. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah,” kata Anwar.
Dalam rakor tersebut, Gubernur Anwar didampingi sejumlah pejabat terkait, antara lain : Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nelson Metubun, S.P, Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Dr. Hj. Rohani Mastura, M.Si, Kepala Dinas Pangan Iskandar Nongtji, ST,MM, serta Kepala Dinas Cikasda Dr. Andy Ruly Djanggola.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sulteng mencatat surplus beras sebesar 75.194 ton dalam lima bulan terakhir. Total ketersediaan beras Januari-Mei 2025 mencapai 208.851 ton, jauh di atas kebutuhan masyarakat sebesar 133.658 ton.
“Surplus ini jadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan regional, apalagi di tengah ancaman musim kemarau,” kata Anwar. (**)