Ricuh Demonstrasi Imigran di Los Angeles : Dari Protes Damai Menjadi Kekacauan
- Selasa, 10 Juni 2025 - 10:10 WITA
- Editor: Apri
protes menentang penangkapan lebih dari 100 imigran berakhir ricuh, memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat.(Foto: AP/Eric Thayer/jpnn.com)
Faktasulteng.id, Palu, Central Sulawesi, Indonesia — Unjuk rasa di Los Angeles memanas. Memasuki hari ketiga, protes menentang penangkapan lebih dari 100 imigran berakhir ricuh, memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat.
Eskalasi di Los Angeles: Dari Protes Damai Menjadi Kekacauan
Ketegangan di Los Angeles mencapai puncaknya setelah penangkapan lebih dari 100 imigran oleh agen-agen federal Immigration and Customs Enforcement (ICE). Awalnya damai, unjuk rasa berubah menjadi kekerasan seiring bertambahnya massa.
Andrew Selee, presiden Migration Policy Institute, menyoroti eskalasi ini. Meskipun kebijakan imigrasi Trump diberlakukan bertahap, penangkapan masif di Los Angeles justru memicu situasi menjadi tak terkendali.
Kerumunan massa yang terus membesar terlihat merusak dan membakar mobil polisi. Di sisi lain, aparat kepolisian membalas dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa yang berkumpul di luar Pusat Penahanan Metropolitan di pusat kota LA.
Campur Tangan Trump Picu Kecaman Gubernur Newsom
Situasi semakin rumit dengan keputusan Presiden Donald Trump memanggil pasukan Garda Nasional tanpa persetujuan Gubernur California Gavin Newsom. Tindakan ini langsung dikecam Newsom sebagai penyalahgunaan wewenang.
“Kami tidak punya masalah sampai Trump ikut campur. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian, menyebabkan dan menarik sumber daya dari tempat yang sebenarnya membutuhkannya,” tulis Gavin di platform X.
Pernyataan Newsom menyoroti ketegangan antara pemerintah federal dan negara bagian, memperumit penanganan krisis yang sedang berlangsung di Los Angeles. (apri)