Reses Lintas Kecamatan, Marlelah Tampung Aspirasi Warga di Sojol, Banawa Selatan, dan Sojol Utara

Reses Lintas Kecamatan, Marlelah Tampung Aspirasi Warga di Sojol, Banawa Selatan, dan Sojol Utara Suasana reses Marlelah di Sojol, Banawa Selatan, dan Sojol Utara, Donggala. (Foto: Ray/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Donggala - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Demokrat, Dra. Marlelah, M.Si., melaksanakan agenda reses di tiga kecamatan, yakni Sojol, Banawa Selatan, dan Sojol Utara. Dalam kunjungan ini, ia menyerap beragam aspirasi masyarakat yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi.

Di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, warga menyampaikan kebutuhan pembangunan gedung sekolah baru, perbaikan jalan penghubung antar dusun, serta sarana pemberdayaan untuk ibu PKK berupa alat catering dan mesin jahit.

Sementara itu, di Desa Samalili, Kecamatan Banawa Selatan, aspirasi warga lebih banyak menyoroti kebutuhan alat pertanian seperti traktor dan cangkul, perbaikan akses jalan menuju rumah ibadah Hindu (pura), serta penambahan tenaga kesehatan untuk posyandu per RT dan puskesmas desa. Mereka juga mengusulkan rehabilitasi gedung SDN 20, pembangunan pos posyandu di tiap dusun, pengadaan meja dan kursi sekolah, hingga bantuan bibit kakao dan kelapa.

Adapun di Desa Bengkolli, Kecamatan Sojol Utara, masyarakat menekankan kebutuhan mobil ambulance desa agar penanganan pasien rujukan bisa lebih cepat. Selain itu, warga juga meminta perbaikan jembatan kayu menjadi permanen, peningkatan jalan desa, serta perbaikan jembatan gantung yang menjadi jalur vital penghubung Donggala-Tolitoli.

Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Marlelah menegaskan komitmennya untuk mengawal semua catatan warga dalam pembahasan pembangunan daerah.

“Saya melihat aspirasi masyarakat di tiap desa sangat nyata dan menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Ada yang soal sekolah, kesehatan, jalan, pertanian, sampai pemberdayaan perempuan. Semua ini penting, dan insya Allah saya akan perjuangkan agar bisa masuk prioritas pemerintah,” ujar Marlelah.

Ia menambahkan, reses menjadi ruang penting bagi masyarakat desa untuk menyuarakan kebutuhan mereka agar pembangunan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan.

“Kita ingin pemerataan pembangunan. Warga desa punya hak yang sama untuk menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi. Saya siap mengawal agar aspirasi ini benar-benar ditindaklanjuti,” pungkasnya.

 (Rayzka/Apri)