Rakor TPPS Penurunan Stunting di Tolitoli, Wakil Bupati Tekankan Upaya “Genting”
- Jumat, 08 Agustus 2025 - 21:44 WITA
- Editor: Nasha
Wakil Bupati Tolitoli, M. Besar Bantilan, ajak lintas sektor dukung program “Genting” untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting demi wujudkan generasi sehat dan berkualitas. (Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI - Wakil Bupati Tolitoli, M. Besar Bantilan, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tolitoli, membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKB) Kabupaten Tolitoli, pukul 09.00-12.00 WITA.
Rakor tersebut mengusung agenda “Perubahan Perilaku dan Pendampingan Keluarga Melalui Inovasi Kegiatan dan Program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN”.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Ketua PKK Tolitoli, Ny. Caroline Besar Bantilan; Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli; Ketua dan Sekretaris DPKB, Erlianty Fattah Hakim; istri Kapolres; perwakilan Dandim 1305/BT; Kejaksaan Negeri; Jalasenastri; Program Keluarga Harapan (PKH); Camat Baolan; Dinas Sosial Tolitoli; pimpinan Universitas Madako Tolitoli; dan Forum Genre Tolitoli.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tolitoli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah dalam pencegahan stunting karena berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak. Ia mengajak seluruh lintas sektor untuk menegakkan program “Genting” yang tidak hanya mengatasi masalah gizi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial berkelanjutan.
“Pemerintah Daerah mendukung penuh Program Genting bagi orang tua asuh cegah stunting, sehingga mengajak kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Desa, dan Kelurahan dalam mendukung program-program dari Dinas DP2KB,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPKB, Erlianty Fattah Hakim, menyampaikan bahwa Rakor kali ini berbeda karena sekaligus menjadi momen perubahan nama dari Tim Percepatan Penurunan Stunting menjadi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
“Perubahan tersebut menjadi atensi pemerintah agar upaya penurunan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi dan bernutrisi saja, namun juga menekankan terkait sosialisasi serta upaya edukasi secara massif kepada masyarakat,” kata Erlianty.
Sementara itu, Ny. Caroline Moh. Besar Bantilan selaku Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Wakil Ketua PKK Tolitoli menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur.
“Sehingga peserta dalam Rakor ini tidak hanya dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) saja, namun juga terdapat unsur-unsur lain seperti Ibu-Ibu PKK, Dinas Sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), Camat, Lurah, dan Kades setempat. Agar elemen-elemen tersebut dapat berkolaborasi secara konsisten juga melalui pemberdayaan perempuan untuk mengedukasi agar mendapatkan kesetaraan dan keluarga demi bersama-sama mewujudkan Indonesia Maju bersama Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menutup kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan Rakor ini sebagai ajang kolaborasi dan komitmen untuk menguatkan sinergi dalam menurunkan angka stunting di Tolitoli.
“Yakin dengan kerja keras dan gotong royong dapat menghasilkan generasi yang berkualitas,” tutupnya. (Nasha)