Puluhan Rumah di Banggai Laut Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang, Warga Mengungsi
- Senin, 10 Februari 2025 - 06:56 WITA
- Editor: Redaksi
Ilustrasi/ist
BANGGAI LAUT – Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA, langit di atas Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, menjadi saksi bisu amukan angin kencang yang disertai hujan deras. Dalam sekejap, puluhan rumah warga di dua kecamatan, Banggai Tengah dan Banggai, porak-poranda diterjang kekuatan alam yang tak terduga ini.
Desa Mongsongan dan Gonggong di Kecamatan Banggai Tengah, serta Kelurahan Lompio dan Desa Bangga di Kecamatan Banggai menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Suara gemuruh angin bercampur suara hujan yang deras membangunkan warga dari tidur mereka. Ketakutan dan kepanikan menyelimuti malam itu.
Andi Sembiring, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, mencatat setidaknya 20 rumah warga mengalami kerusakan. Delapan unit rumah rusak ringan, dua unit rumah rusak sedang, dan tiga unit rumah rusak berat di Desa Mongsongan. Tiga unit rumah lainnya rusak di Desa Gonggong, satu unit di Desa Bangga, dan tiga rumah di Kelurahan Lompio. Bahkan, satu unit bangunan sekolah pun tak luput dari terjangan angin kencang.
“Angin kencang datang secara tiba-tiba, disertai hujan deras. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ujar seorang warga Desa Mongsongan dengan nada khawatir.
Saat ini, warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang lebih aman. Jumlah jiwa yang terdampak masih dalam pendataan, namun kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Donggala telah bergerak cepat berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Mereka melakukan asesmen terhadap kerusakan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
“Kami akan terus berupaya membantu warga yang terkena musibah ini. Logistik akan segera kami salurkan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata seorang anggota TRC BPBD.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam. BPBD Sulteng telah memaksimalkan ketersediaan pos peralatan sebagai tempat penyiapan peralatan dan logistik untuk mengantisipasi bencana, serta memperpendek jarak distribusi peralatan penanggulangan bencana.
Namun, yang lebih penting adalah kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Edukasi dan sosialisasi mengenai cara-cara menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebihTanggap danTanggap dalam menghadapi situasi darurat.
Malam itu, di tengah kegelapan dan suara angin yang masih bergemuruh, harapan masih menyala di hati para korban. Mereka berharap bantuan segera datang dan kehidupan dapat kembali normal. (Ap)
Sumber: AntaraSulteng https://sulteng.antaranews.com/berita/339729/sebanyak-20-rumah-rusak-akibat-angin-kencang-di-banggai-laut