PKH Tolitoli Gelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga, Bantu Masyarakat Kembangkan Bansos

PKH Tolitoli Gelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga, Bantu Masyarakat Kembangkan Bansos (Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, TOLITOLI - Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga pada Rabu, 23 Juli 2025, pukul 09.30 s.d 11.00 WITA, bertempat di Pantai Gaukkan, Kelurahan Nalu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Wakil Bupati Tolitoli, Ny. Caroline, perwakilan Dinas Sosial, serta Kementerian Sosial di Kabupaten Tolitoli. Acara berlangsung dengan lancar dan diikuti antusias oleh masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kelurahan Nalu, bahkan dari KPM di wilayah lain yang turut hadir dan berpartisipasi.

“Tujuan dilakukan kegiatan ini yaitu untuk mengedukasi Bapak/Ibu sekalian agar tidak ketergantungan dengan adanya Bantuan Sosial (Bansos),” ujar Zulkifli Hj. Nalu selaku Kabid Linjamsos (Perlindungan Jaminan Sosial).

Senada dengan hal tersebut, Nirmala, selaku Kasi Kesra Kelurahan Nalu, menyampaikan harapan dari pihak kelurahan agar materi yang didapat dalam kegiatan ini dapat dipahami dan diterapkan oleh para peserta.

“Diharapkan masyarakat KPM tidak hanya berhenti sampai di sini ilmu yang didapatkan, semoga nantinya bisa diterapkan untuk ke depannya,” tambah Nirmala.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mengangkat tema “Cermat Meminjam dan Menabung” yang berkaitan dengan PKPU (Pengelolaan Keuangan Perencanaan Usaha). Materi difokuskan pada pemahaman dasar memulai usaha, mengembangkan modal kecil menjadi hasil yang berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga.

Materi utama disampaikan oleh Ny. Caroline Moh. Besar Bantilan, istri dari Wakil Bupati Tolitoli. Ia memaparkan tiga poin penting, yakni: bagaimana masyarakat dapat mengelola keuangan dengan baik dengan mengutamakan skala prioritas, pentingnya menabung, serta kemampuan mengembangkan keuangan yang ada.

Dalam sesi edukasi tersebut, masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati dalam menjaga data pribadi. Disampaikan imbauan agar tidak sembarangan membagikan data diri, bahkan kepada anggota keluarga sekalipun, terlebih bagi mereka yang terdaftar sebagai KPM. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan data oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti untuk mendaftar pinjaman online (pinjol) yang memiliki bunga sangat besar dan berpotensi merugikan penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, para peserta melakukan sesi foto bersama. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga mampu menilai kelayakan dan merencanakan usaha secara bijak sesuai potensi yang dimiliki. Dengan keterampilan ini, masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. (**)