Peringati Lahirnya Pancasila, Sekda Tolitoli Sampaikan Pesan Kepala BPIP
- Senin, 02 Juni 2025 - 10:41 WITA
- Editor: Nasha
(foto: Nasha/faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 1945, Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Unsur Forkopimda Tolitoli, para Organisasi Perangkat Daerah Tolitoli, para ASN, TNI/Polri dan sejumlah pelajar mengikuti upacara peringatan hari Pancasila di Taman Kota Gaukkan Bantilan Tolitoli, Senin, 2 Juni 2025. Upacara tersebut berlangsung secara khidmat walaupun cuaca dalam kondisi mendung. Namun sejuknya angin turut mewarnai pelaksanaan upacara sehingga akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, upacara berjalan dengan tertib dan aman karena disetiap sudut lapangan Taman Kota dijaga oleh personel keamanan Tolitoli seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan Tolitoli.
Upacara tersebut dipimpin oleh Kodim 1305 Buol-Tolitoli dan Sekretaris Daerah Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan selaku Inspektur Upacara yang mewakili Bupati Tolitoli dan diawali dengan pembacaan doa, pembacaan pancasila dan UUD 1945 serta pengibaran sang merah putih oleh Paskibraka SMAN 1 Tolitoli kemudian dilanjutkan sambutan.
Dalam sambutannya, Moh. Asrul Bantilan menyampaikan pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi dan Pancasila, Yudian Wahyudi yangmana dalam sambutannya, Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pada hari ini dilaksanakan upacara karena kembali memperingati momentum penting hari lahirnya pancasila. Kemudian momentum penting ini tidak hanya sekedar mengenang rumusan pancasila, namun juga mengingat kembali nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan dalam UUD 1945.
“Selain itu, upacara peringatan hari lahirnya pancasila ini juga menjadi momentum untuk kita semua agar dapat merenungkan kembali karena Pancasila telah mempersatukan lebih dari 702 juta jiwa yang berbeda dan perbedaan itu bukan alasan untuk berpecah, melainkan bersatu” tambahnya.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi dan Pancasila, Yudian Wahyudi juga mengingatkan kepada seluruh peserta upacara bahwa pemerintah telah menciptakan Asta Cita dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yaitu dengan memperkokoh ideologi pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia yang menjadi prioritas karena kemajuan tanpa ideologis akan goyah. Selain itu, kedepannya tantangan terhadap pancasila semakin nyata diantaranya adanya ekstrimisme dan terorisme yang mengancam, sehingga melalui Asta Cita, semua masyarakat terpanggil untuk tetap menjadikan Pancasila sebagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pancasila bisa diterapkan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, dengan mengenalkan pancasila sejak dini dalam praktek sekolah maupun Universitas sebagai tempat lahirnya generasi hebat. Kemudian dalam bidang pemerintahan dan birokrasi, pancasila bisa diterapkan dengan mewujudkan keadilan yang transparan dan berpihak kepada rakyat serta mencerminkan keadilan sosial bukan pribadi maupun kelompok.
Pancasila juga bisa diterapkan dalam usaha mikro, menengah, dan UMKM yang harus diberdayakan agar masyarakatnya tidak tertinggal. Kemudian dalam ruang digitalisasi, pancasila bisa dijadikan landasan bahwa dunia maya bukan tempat bebas untuk menilai, namun harus menegakkan pendapat dan memerangi ujaran kebencian hoax.
Sehingga dalam akhir sambutannya, dirinya menyampaikan bahwa semua hal itu bisa diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Maka jadikan hari lahir pancasila ini, tidak hanya sekedar ceremonial saja, namun juga memperkuat momentum bangsa.
“Mari terus bergotong royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta jadikan inspirasi dalam berbangsa dan bernegara” kata Sekretaris Daerah Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan.
Kegiatan upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh pejabat Kementerian Agama Tolitoli dan foto bersama oleh para unsur Forkopimda Tolitoli. (nasha)