Peringatan Maulid Nabi di Kecamatan Galang Angkat Tema Relevansi Ajaran Rasulullah di Era Digital
- Selasa, 07 Oktober 2025 - 20:32 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Bupati Tolitoli bersama jajaran dan pengurus PGRI Kecamatan Galang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Desa Tinigi. (Foto: Aisyah/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Tolitoli - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Galang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Relevansi Ajaran Rasulullah di Era Digital dalam Melahirkan Generasi Qur’ani”. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Selasa (7/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Tolitoli, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Ketua PGRI Kabupaten Tolitoli, Camat Galang, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Galang, Kapolsek Galang, Kepala Puskesmas atau yang mewakili, serta anggota PGRI, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Galang, H. Harisman. Setelah itu, siswa-siswi MTs DDI Tinigi menampilkan pembacaan Shalawat Badar, disusul laporan panitia pelaksana, dan ceramah hikmah Maulid yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, H. Makmur Muhammad Arief.
Suasana peringatan semakin semarak dengan hadirnya 38 pohon telur yang menghiasi ruangan, menjadi simbol kebersamaan dan keceriaan peserta.
Dalam ceramahnya, H. Makmur Muhammad Arief menegaskan pentingnya menyiapkan generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi Qur’ani adalah generasi yang kuat secara moral, spiritual, dan intelektual.
“Tinggal dua puluh tahun lagi menuju 2045, itulah generasi Qur’ani yang kita harapkan menjadi generasi emas. Tugas kita adalah memfasilitasi mereka agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran penting guru sebagai pengganti orang tua dalam membentuk karakter anak bangsa.
“Tak ada yang namanya bekas guru. Guru adalah pengganti orang tua setelah kita dilahirkan, dan guru terikat dengan nuraninya,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tolitoli dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan hanya sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi tenaga pendidik.
“Yang kita harapkan hari ini tidak cukup dengan akademisnya saja, tetapi juga dengan keteladanan. Guru harus memberikan bimbingan ilmu sekaligus pendidikan moral agar anak-anak kita menjadi generasi yang berakhlak dan berguna bagi bangsa,” tutur Bupati.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan semangat kebersamaan.
“Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung kegiatan yang membawa nilai-nilai keagamaan dan pendidikan seperti ini. Dengan semangat kerja keras dan doa, insya Allah Tolitoli akan semakin maju di masa depan,” tambahnya.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial di era digital, agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak dan beretika dalam dunia maya. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para guru, siswa, dan generasi penerus bangsa dalam menjaga moralitas serta menebarkan kebaikan di setiap ruang kehidupan.
(Aisyah)