Perempuan Pulih, Perempuan Kuat: PKK Sigi Dorong Peran Wanita Hadapi Tantangan Zaman
- Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:38 WITA
- Editor: Andry
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sigi, Siti Halwiah, memberikan dukungan bagi peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Sigi - Kegiatan Self Healing Akbar dengan tema “Perempuan Pulih, Perempuan Kuat: Pulih dengan Iman, Kuatkan Hati, Tenangkan Jiwa” digelar di Gedung Kesenian Taiganja, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi.
Acara yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi ini dihadiri langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah; serta narasumber kegiatan, Azima Rais.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang berbagi cerita, melainkan juga ruang untuk saling menguatkan satu sama lain sebagai sesama perempuan.
“Pulih bukan berarti tidak pernah terluka, tapi berani bangkit dari luka. Dan tangguh bukan berarti tidak pernah rapuh, tetapi tetap melangkah dengan senyum meski badai menerpa,” ujar Siti Halwiah.
Sementara itu, Bupati Sigi, Rizal Intjenae, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa peran perempuan sangat penting dalam kehidupan seorang pria.
“Saya sampai di posisi ini karena adanya wanita tangguh di samping saya. Maka dari itu kita harus support perempuan, support istri, dan support anak-anak serta keluarga, karena itu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan karir seseorang,” ujar Rizal.
Rizal juga menekankan bahwa kekuatan perempuan, khususnya seorang istri yang menjaga keluarganya dari hal-hal yang merugikan, sangatlah luar biasa.
“Di Sigi sangat luar biasa terkait permasalahan narkoba. Maka dari itu saya minta peran ibu-ibu untuk bisa menekan angka narkoba ini, minimal di kalangan rumah tangga kita masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang dapat memengaruhi hubungan dalam keluarga.
“Dengan perkembangan digitalisasi, kadang kala walaupun di dalam suatu ruangan masing-masing pegang HP, tidak ada lagi komunikasi antara istri, suami, dan anak,” ujarnya.
“Hal ini juga bisa menjadi peran seorang ibu rumah tangga untuk mengajarkan adab, sopan santun, serta moral dan adat istiadat orang timur bagi keluarga, terutama anak-anak,” sambungnya.
Rizal menambahkan, jumlah perempuan di Kabupaten Sigi lebih banyak dari pria, sehingga peran mereka sangat strategis dalam membangun daerah.
“Maka kalau semua organisasi perempuan bergerak untuk menurunkan angka kemiskinan, dan seluruh perempuan bergerak menurunkan angka stunting, saya percaya Kabupaten Sigi menjadi nomor satu stunting zero di Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (Andry)