Pengukuhan Guru Penggerak Angkatan 9 dan 10 di Tolitoli: 57 Guru Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Agen Perubahan Pendidikan
- Kamis, 27 Februari 2025 - 02:34 WITA
- Editor: Redaksi
Pengukuhan Guru Penggerak Tolitoli Angkatan 9 dan 10 (Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
FaktaSulteng.id, Tolitoli – Sebanyak 57 Guru Penggerak di Kabupaten Tolitoli dari angkatan 9 dan 10 resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah, Muh. Asrul Bantilan, yang mewakili Bupati Tolitoli, pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Acara pengukuhan berlangsung di Aula Gedung SMK N 1 Tolitoli, Kecamatan Baolan, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di bidang pendidikan.
Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli, Hi. Usman Taba, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Moh. Abdul Gafar, Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Tolitoli, Asri, Koordinator Pengajar Praktek Kabupaten Tolitoli, Rais I, serta para pengawas, pendamping, dan kepala sekolah se-Kabupaten Tolitoli. Acara dimulai dengan doa, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pembacaan ikrar Guru Penggerak, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Rais I, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas program Guru Penggerak yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Ia menekankan bahwa program ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui materi-materi pelatihan yang diberikan. Rais I juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan atas dukungannya terhadap Guru Penggerak di Tolitoli, yang mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun sebelumnya. Ia berharap Tolitoli dapat menjadi pusat penerang pendidikan, sejajar dengan kota-kota besar lainnya.
Asri, Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Tolitoli, mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada para Guru Penggerak yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa peran Guru Penggerak sangat penting dalam menentukan arah perubahan pendidikan di Tolitoli. Asri berharap para Guru Penggerak dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut. “Kami berharap semangat terus terjaga, dan kita dapat saling berbagi ilmu pengetahuan dan praktik terbaik demi pendidikan yang berkualitas,” ujarnya. Asri juga menyinggung perubahan kebijakan terkait Program Kepemimpinan Sekolah (PKS) dan menyatakan keyakinannya bahwa para Guru Penggerak dapat beradaptasi dan bekerja sama dalam menghadapi perubahan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli, Hi. Usman Taba, menyampaikan bahwa Guru Penggerak dari semua jenjang pendidikan memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencapai prestasi pendidikan di Tolitoli. Ia mengucapkan selamat atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap capaian pendidikan di Tolitoli terus meningkat di tahun 2025. Usman Taba mengingatkan para Guru Penggerak untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan.
Fitriani, Kepala Cabang Dinas Pelayanan Kabupaten Tolitoli dan Buol, menjelaskan bahwa perubahan nama program dari Guru Penggerak menjadi Program Kepemimpinan Sekolah (PKS) tidak mengubah implementasi di lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian, meskipun ada potensi pengurangan anggaran. Fitriani mengingatkan bahwa tugas yang diemban oleh para Guru Penggerak adalah amanah negara dan tanggung jawab moral.
Sekretaris Daerah, Muh. Asrul Bantilan, dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada para Guru Penggerak angkatan 8, 9, dan 10. Ia berharap para Guru Penggerak dapat terus menjaga semangat belajar dan mengembangkan inovasi dalam mengajar. “Jadilah agen perubahan yang mampu menginspirasi rekan sejawat dan peserta didik,” ujarnya. Muh. Asrul Bantilan menekankan bahwa Program Guru Penggerak bertujuan untuk menciptakan pemimpin pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di Tolitoli.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan para Guru Penggerak dapat memberikan kontribusi maksimal dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Tolitoli dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. (Nasha)