Penggalangan Dana Aksi September Gelap di Tolitoli, Wujud Kepedulian Kondisi Bangsa
- Minggu, 31 Agustus 2025 - 23:43 WITA
- Editor: Nasha
mahasiswa Tolitoli jelang Aksi September Gelap, membahas strategi aksi damai dan penyampaian tuntutan. (Foto: Nasya/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Tolitoli – Indonesia tengah dihebohkan dengan gelombang Aksi Unjuk Rasa (AUR) dari berbagai wilayah. Aksi ini semakin ramai setelah peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, yang terlindas mobil Brimob di Jakarta. Peristiwa itu memicu keresahan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan yang dinilai berada di ujung krisis. Ironisnya, pihak yang seharusnya menjadi pengayom justru menimbulkan kesan buruk, sehingga memicu eskalasi situasi di sejumlah daerah.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi massa bahkan berujung pada pembakaran Kantor DPRD. Berdasarkan informasi, insiden tersebut menewaskan tiga orang.
Sementara itu, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ribuan masyarakat bersama pengemudi ojek online menggelar Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk empati dan kepedulian atas meninggalnya Affan. Mereka menyalakan lilin dan berdoa bersama agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Situasi tersebut juga menggugah rasa solidaritas mahasiswa di Kabupaten Tolitoli. Mereka merencanakan Aksi September Gelap pada 1 September 2025 di depan Polres Tolitoli dan Kantor DPRD Tolitoli. Namun, sebelum aksi itu digelar, mahasiswa melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus untuk membiayai aksi damai tersebut.
Aksi penggalangan dana berlangsung di dua titik, yakni di Lampu Merah Lonti dan Lampu Merah Jalur Dua, Kecamatan Baolan, selama dua hari: Sabtu (30 Agustus 2025) pukul 19.00-22.00 WITA, dan Minggu (31 Agustus 2025) pukul 08.00-10.00 WITA. Kegiatan itu berjalan aman, lancar, dan mendapat apresiasi dari masyarakat.
“Alhamdulillah, Aksi Penggalangan Dana mendapatkan respon baik dari masyarakat. Mereka menganggap walaupun tidak ikut turun aksi (September Gelap), namun secara tidak langsung juga dilibatkan sebagai bentuk dukungan,” kata Moh. Yogi Sentanu, Ketua Umum HMI Cabang Tolitoli.
Yogi, yang juga mahasiswa Universitas Madako Tolitoli, berharap aksi yang digelar esok hari berjalan damai tanpa keributan maupun tindakan anarkis. Ia menegaskan bahwa mahasiswa sepakat melaksanakan aksi secara damai, dan instruksi tersebut sudah disampaikan kepada seluruh massa aksi agar saling menjaga.
“Harapannya dari pihak keamanan dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam aksi. Selain itu, Pemerintah Daerah Tolitoli diharapkan dapat menerima tuntutan-tuntutan yang diberikan sehingga tercapai apa yang diharapkan,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak berharap Aksi September Gelap di Tolitoli besok berlangsung aman, tertib, dan tetap fokus pada tujuan. Masyarakat dan peserta aksi diimbau menghindari provokasi maupun tindakan penjarahan, demi menjaga citra Tolitoli sebagai salah satu daerah teraman di Sulawesi Tengah. (Nasha)