Pencarian Korban Longsor Bolano Lambunu Terus Berlanjut, Dua Jenazah Ditemukan
- Senin, 23 Juni 2025 - 23:29 WITA
- Editor: Apri
Evakuasi Korban Longsor Lambunu, Parigi Moutong (Foto: IST.)
Faktasulteng.id, PARIGI MOUTONG - Upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Senin (23/6/2025) sore, dua jenazah korban telah berhasil ditemukan dalam kondisi membusuk.
Bencana tanah longsor ini diperkirakan terjadi pada Selasa malam (17/6/2025) saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tujuh orang pekerja pencari kayu yang sedang membangun tempat tinggal sementara di pinggir sungai dan di bawah tebing gunung menjadi korban dalam kejadian ini. Mereka diketahui tinggal di gubuk darurat beratapkan terpal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban-BPBD) Sulteng, Akris Fattah Yunus, yang diinstruksikan langsung oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk meninjau lokasi, tiba di Bolano Lambunu pada Senin sore pukul 17.00 WITA. Akris Fattah Yunus menyampaikan bahwa instruksi Gubernur bertujuan untuk memastikan evakuasi korban berjalan lancar dan kebutuhan logistik di posko tim gabungan terpenuhi.
Setibanya di lokasi, tim BPBD bersama unsur terkait seperti Kapolres Parimo, Danramil Moutong, Kepala BPBD Parimo, Camat Bolano Lambunu, Kades Anutapura, Anggota DPRD Parimo, dan perwakilan media, melakukan pertemuan di posko. Hasil pertemuan tersebut menyatakan bahwa proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, POLRI, TNI, BPBD, dan masyarakat. Alat berat excavator juga dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian.
Dua jenazah yang ditemukan teridentifikasi, salah satunya atas nama almarhum Ijal (28). Jenazah kedua akan diidentifikasi lebih lanjut menggunakan alat sidik jari oleh pihak kepolisian setibanya di posko. Kondisi jenazah yang membusuk dan diperkirakan sudah satu minggu mengindikasikan bahwa para korban kemungkinan tertimbun saat sedang beristirahat. Salah satu jenazah ditemukan dalam kondisi menggunakan sarung, yang menguatkan dugaan tersebut.
Lokasi kejadian longsor merupakan area hutan murni dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lima jam. Tujuh korban adalah pekerja yang menggunakan alat sengsor untuk mencari kayu. Dua jenazah yang telah ditemukan tiba di posko Desa Tirta Nagaya pada pukul 19.55 WITA dan direncanakan akan segera dimakamkan di pekuburan Desa Anutapura sesuai kesepakatan dengan keluarga korban.
Pencarian dan evakuasi lima korban yang tersisa masih terus berlangsung. Titik keberadaan korban telah teridentifikasi, di mana sebagian tertimbun longsor dan sebagian lagi tertindih truk yang ikut tertimbun. Akris Fattah Yunus berharap dengan bantuan alat excavator, proses pencarian dapat dipercepat.
Sementara itu, kebutuhan logistik untuk posko dipastikan terpenuhi berkat bantuan dari DINSOS, POLRI, dan masyarakat sekitar. (**)