Pemkab Tolitoli Gelar Bimtek Literasi Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Pemkab Tolitoli Gelar Bimtek Literasi Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal Bimtek literasi kepenulisan berbasis budaya lokal yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tolitoli. (Foto: Ist)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Tolitoli - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tolitoli menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) literasi kepenulisan berbasis budaya lokal di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tolitoli, Rabu (24/9/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Menulis Budaya, Menjaga Warisan serta Penguatan Literasi Budaya Lokal bagi Generasi Muda Tolitoli.”

Sebanyak 50 peserta mengikuti bimtek ini, terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, pustakawan, penggiat literasi, hingga penulis muda lokal. Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kodim, dan Lanal Tolitoli.

Bupati Tolitoli dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Moh. Asrul Bantilan, menekankan pentingnya pelestarian budaya daerah. Ia menyebut Tolitoli memiliki kekayaan budaya berupa bahasa daerah, adat, cerita rakyat, dan kesenian tradisional yang harus dijaga dan diwariskan.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui lisan atau praktik adat, tetapi juga perlu ditulis, didokumentasikan, serta dipublikasikan agar dikenal luas, termasuk di ranah digital. Menulis budaya berarti menjaga eksistensi dan keberlanjutannya. Saya berharap peserta dapat menjadi duta literasi budaya lokal, penulis, dan pendokumentasi budaya Tolitoli secara kreatif dan berbobot,” kata Asrul.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tolitoli, Lely Husna Bantilan, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan mendorong lahirnya karya kreatif yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Usai sesi bimbingan, peserta akan mengikuti lomba penulisan konten budaya. Dari puluhan karya, akan dipilih 10 finalis, dan tiga terbaik akan mendapat penghargaan.

“Konten berdurasi 5-10 menit ini diharapkan menjadi media informasi yang menarik, edukatif, dan bertanggung jawab. Saat ini, konten digital terbukti berdampak positif bagi ekonomi lokal, termasuk promosi wisata, kuliner, dan produk daerah,” ujar Lely.

Bimtek dilaksanakan dengan tiga metode, yakni penyampaian konseptual, pemaparan materi dasar pengembangan konten budaya, serta pembimbingan praktis pembuatan konten budaya lokal.

(Apri)