Pemkab dan Kemenag Sigi Gelar Sholat Jumat Bersama, Ajak Jamaah Tangkal Paham Radikal
- Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:43 WITA
- Editor: Andry
Pemkab Sigi bersama Kemenag Sigi melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Riadul Jannah Desa Oloboju, sekaligus menyampaikan pesan penting kepada jamaah untuk mewaspadai paham radikal. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, SIGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sigi menggelar Sholat Jumat di Masjid Riadul Jannah, Desa Oloboju, Kabupaten Sigi. Dalam kesempatan itu juga disampaikan khutbah Jumat yang menekankan pentingnya refleksi diri terhadap paham atau aliran radikal.
Kepala Kemenag Kabupaten Sigi, Lutfi Yunus, dalam khutbahnya menyampaikan bahwa banyak negara yang hilang dan hancur karena masyarakatnya tidak sepaham dan sering terjadi perbedaan pendapat. Menurutnya, perbedaan adalah hal yang wajar, namun kini sering dimanfaatkan untuk bertikai hingga melemahkan kekuatan masyarakat, sehingga mudah dikendalikan oleh negara lain.
Ia mengajak jamaah untuk memahami aliran atau paham yang sejak lama menjadi problematika bangsa Indonesia. Meski sudah banyak kajian dilakukan, paham radikalisme masih sering muncul hingga kini.
“Apa yang terjadi? Mengapa tidak pernah selesai bahkan mungkin berkembang. Ia kembali mengajak kepada para jamaah untuk mencermati salah satu ayat Al-Quran yang dapat menjadi suatu solusi yang luar biasa bagi bermacam persoalan, yaitu mencoba kembali kepada diri kita masing-masing dan bertanya kepada diri sendiri untuk apa kita diciptakan oleh Allah SWT di permukaan bumi ini,” ucapnya dalam khutbah Jumat.
“Sehingga ketika memahami esensi kita untuk apa kita diciptakan oleh Allah SWT, maka tugas kita insya Allah dengan landasan ini dalam menjalani hidup ini kita senantiasa menjadi orang-orang yang sukses, orang yang berhasil, orang yang bahagia,” sambungnya.
Ia juga menyinggung soal pemahaman terhadap makna khalifah. Banyak orang berasumsi atau menerjemahkan khalifah sebagai wakil Tuhan atau pemimpin, sehingga terjebak pada anggapan bahwa semua yang dilakukan menjadi haknya karena Tuhan telah mendelegasikannya. Padahal, kata Lutfi, makna terdalam khalifah adalah bahwa manusia menjadi “alat peraga” Tuhan dalam kehidupan.
“Apa itu alat peraga Tuhan? Ketika Tuhan Maha Melihat, kita juga harus bisa melihat sebuah kebenaran. Ketika Tuhan menguasai, kita harus bisa menguasai sesuatu yang bisa kita kuasai. Tuhan Maha Penyayang, kita harus tanamkan rasa sayang di dalam hati kita, kita harus sayang semua makhluk Tuhan, jangan pilih-pilih,” tegasnya.
Usai Sholat Jumat, Bupati Sigi Mohamad Rizal Injenae memberikan sambutan kepada masyarakat dan jamaah di Bulu Pountu. Ia menyampaikan aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan kepada Wakil Menteri Transmigrasi saat kunjungan Idul Adha lalu. Dalam kunjungan tersebut, Wamen menyatakan bahwa lokasi transmigrasi Palolo ditetapkan sebagai kawasan prioritas nasional.
Selain itu, Rizal juga menginformasikan bahwa akan ada expo yang diikuti oleh seluruh OPD se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Pada kesempatan itu, Pemkab Sigi akan mengikutsertakan sejumlah UKM, termasuk bawang goreng produksi Bulu Pountu dan berbagai produk unggulan Kabupaten Sigi lainnya.
“Hal ini bertujuan agar semua masyarakat Indonesia tahu bahwa di Kabupaten Sigi, khususnya di Bulu Pountu, memiliki produk yang berkualitas,” ujar Rizal.
Ia juga menambahkan bahwa di Desa Pombewe, dekat dengan Bulu Pountu, akan dibangun Kodam dan asrama Armed. Pembangunan ini sekaligus akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekurangan air.
“Saya telah berbicara sama pak dandim bahwa mereka memiliki alat. Hal ini sangat menguntungkan masyarakat karena saat ini kekurangan air,” pungkasnya. (Andry)