Pemerintah Siapkan Rp 815,56 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada 2027

Pemerintah Siapkan Rp 815,56 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada 2027 Ilustrasi/Ai/ChatGPT/Faktasulteng.id
Nusantara

Bagikan Berita ini!

JAKARTA – Pemerintah kembali menghidupkan rencana pengembangan kompor listrik dengan mengusulkan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar dalam pagu indikatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2027. Program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas elpiji (LPG) sekaligus menekan beban subsidi energi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara, terutama ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan.

“Devisa yang keluar untuk membeli LPG mencapai lebih dari Rp 130 triliun, sementara subsidinya di atas Rp 80 triliun,” kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut dia, ketergantungan yang terus berlangsung tanpa upaya diversifikasi energi berpotensi menimbulkan tekanan terhadap perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah menilai penggunaan kompor listrik menjadi salah satu alternatif yang layak untuk mengurangi konsumsi LPG bersubsidi.

Pada tahap awal, pemerintah berencana menyediakan kompor listrik yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan daya listrik rumah tangga rendah. Perangkat yang disiapkan disebut dapat beroperasi pada jaringan listrik di bawah 900 VA sehingga dapat menjangkau pengguna di tingkat kecamatan hingga desa.

Bahlil belum mengungkap jumlah unit kompor listrik yang akan disediakan melalui alokasi anggaran tersebut. Menurut dia, rincian pengadaan masih menunggu pembahasan anggaran bersama DPR yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Ia juga menepis keraguan publik terhadap efektivitas kompor listrik yang pernah menjadi sorotan dalam program serupa beberapa tahun lalu. Pemerintah, kata dia, tengah mengkaji penggunaan teknologi baru yang diklaim lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya.

“Sekarang ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan kompor listrik yang lama. Kami sedang menghitung manfaat dan perbedaannya,” ujar Bahlil.

Program kompor listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan bauran energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi impor yang selama ini membebani anggaran negara. (**)