Pemda Bangkep Evaluasi Ketat SPPG Usai Dugaan Keracunan Program MBG
- Jumat, 19 September 2025 - 11:30 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Koordinator Tenaga Ahli sekaligus Ketua TPP Banggai Kepulauan, Doni Modady. (Foto: Ist)
Faktasulteng.id, Banggai Kepulauan - Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator Tenaga Ahli sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Bangkep, Doni Modady, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pemerintah akan melakukan evaluasi secara tegas kepada setiap SPPG, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Program MBG adalah program mulia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, sehingga tidak boleh ternodai oleh kelalaian ataupun kesalahan teknis,” kata Doni, Jumat, 19 September 2025.
Sejak insiden itu mencuat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk mempercepat penanganan, mulai dari layanan medis hingga penyelidikan penyebab kejadian.
“Sejak kemarin semua OPD telah dikerahkan untuk menangani insiden ini. Sudah ada tenda-tenda darurat dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan serta semua dokter dan tenaga medis Rumah Sakit Trikora telah difokuskan menangani masalah tersebut. Kami ingin memastikan korban tertangani dengan baik, dan penyebab kejadian segera diketahui secara jelas,” ujarnya.
Doni juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya meminta masyarakat Banggai Kepulauan jangan panik dan jangan mudah percaya pada isu-isu yang disebarkan pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah kita. Mari kita tetap bersatu, percayakan kepada pemerintah yang saat ini sedang bekerja keras menangani persoalan ini,” kata dia.
Pemerintah daerah bersama tim kesehatan kini masih memantau kondisi korban. Selain itu, pengawasan terhadap jalannya program MBG diperketat untuk menjaga keselamatan penerima manfaat serta mengembalikan kepercayaan publik. (**)