Pasca Libur Lebaran Gubernur Sulteng Ingatkan 3K dan Ancam Bendera Hitam untuk Kantor Jorok
- Selasa, 08 April 2025 - 05:22 WITA
- Editor: Redaksi
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Pimpin Apel Gabungan Pasca Libur Lebaran (Foto: IST.)
Faktasulteng.id, Palu – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memadati Lapangan Pogombo pada Selasa pagi (8/4), menandai hari pertama berkantor usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Suasana khidmat sekaligus penuh atensi menyelimuti barisan rapi yang tertata sesuai instansi, saat Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyampaikan arahan penting dalam apel bersama.
Dalam amanatnya, Gubernur Anwar Hafid tak main-main. Ia langsung “tancap gas” mengingatkan seluruh jajaran birokrasi untuk kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Tiga poin utama, yang ia sebut sebagai 3K, menjadi penekanan utama: Kehadiran, Kerapihan, dan Kebersihan.
“Kerjakan tugas sesuai yang diberikan karena kita pelayan rakyat,” ujarnya dengan nada tegas namun tetap berwibawa. Ia meminta seluruh pegawai, tanpa terkecuali, baik ASN maupun non-ASN, untuk bekerja dengan giat dan dilandasi keikhlasan.
Menyikapi isu yang tengah hangat, Gubernur Anwar Hafid meluruskan perihal kebijakan Work From Anywhere (WFA). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut lebih relevan untuk mengurai kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta pasca arus balik Lebaran, dan tidak berlaku untuk kondisi geografis Sulteng yang berbeda.
“Tolong kepala dinas aktifkan absen, siapa pun dia tolong dilapor, mulai dari tenaga honor sampai pejabat sampaikan (ke saya) siapa yang tidak hadir,” instruksinya, menunjukkan komitmennya terhadap kedisiplinan dan transparansi tanpa pandang bulu.
Lebih jauh, sorotan tajam gubernur tertuju pada aspek penampilan dan lingkungan kerja. Ia mengingatkan bahwa ketentuan pakaian dinas telah diatur dengan jelas dan wajib ditaati sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat. Detail seperti sepatu hitam untuk pakaian khaki dan penggunaan sabuk KORPRI menjadi perhatian serius.
“Pegawai beda dengan pejabat politik jadi kalau penampilannya bagus maka rakyat yang senang bertemu kita,” tuturnya, menekankan bahwa kerapihan berseragam dinas adalah representasi citra diri ASN di mata publik.
Tak hanya soal penampilan individu, kebersihan kantor pun menjadi perhatian serius menjelang peringatan ulang tahun Provinsi Sulteng ke-61. Gubernur tak segan mengancam sanksi unik bagi kantor-kantor dinas yang kedapatan kotor.
“Saya akan menggantung bendera hitam selama satu tahun di kantor dinas yang jorok,” ujarnya lugas, sontak menimbulkan gumaman di antara barisan peserta apel. Ancaman ini jelas bukan sekadar retorika, melainkan wujud keseriusan gubernur dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan representatif.
Di sisi lain, Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang efektif di tingkat kepala perangkat daerah. Ia meminta para pimpinan untuk mampu berperan sebagai “dirjen” yang baik, mampu mendelegasikan pekerjaan secara proporsional kepada bawahan.
“Jangan biarkan ada staf yang nggangur, bagi itu pekerjaan, jangan ada anak emas karena satu anak emas akan melahirkan seribu anak tiri,” imbuhnya, mengingatkan akan bahaya praktik pilih kasih yang dapat merusak soliditas tim.
Gaya kepemimpinan otoriter dan kaku dinilai sudah usang. Gubernur mendorong para pemimpin untuk mengedepankan pola hubungan informal yang efektif dan komunikatif dengan bawahan. Ia menganalogikan birokrasi sebagai organisme hidup, di mana setiap pegawai adalah sel penting. Oleh karena itu, setiap masalah dan kendala harus dikomunikasikan, bukan dipendam.
“Tolong kita semua satu bahasa karena kita semua satu keluarga besar,” pungkasnya, berharap agar seluruh elemen birokrasi dapat bergerak selaras dan efektif dalam mengeksekusi program-program BERANI (Berdaya Saing, Efektif, Responsif, Akuntabel, dan Inovatif).
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan pencanangan Zona Integritas di lingkungan kantor sekretariat daerah, yang disaksikan langsung oleh Inspektur Inspektorat Sulteng. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemprov Sulteng dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
Apel pagi yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekretaris Provinsi Dra. Novalina, M.M, para staf ahli gubernur, asisten, dan seluruh kepala perangkat daerah di lingkup Provinsi Sulteng. Arahan tegas dan lugas dari Gubernur Anwar Hafid ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan pasca libur Lebaran, dengan harapan terciptanya kinerja yang lebih baik dan pelayanan yang semakin prima bagi masyarakat Sulawesi Tengah. (**)