Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tolitoli Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kini Jalani Pemeriksaan Polisi

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tolitoli Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kini Jalani Pemeriksaan Polisi (Foto: Kanit PPA Polres Tolitoli Ipda Rendy Abdurrahman/syahar Lesmana)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id TOLITOLI — Seorang guru Sekolah Dasar di Kabupaten Tolitoli yang dikenal sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” kini menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Pria berinisial MS tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

MS datang sendiri ke Markas Polres Tolitoli pada Selasa, 11 Juni 2025, sekitar pukul 10.00 WITA, tanpa didampingi kuasa hukum maupun keluarga. Kehadiran MS di Polres merupakan bentuk pemenuhan terhadap panggilan penyidik terkait proses penyelidikan atas laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara.

Selama pemeriksaan yang berlangsung sekitar dua jam, MS diberikan kurang lebih 15 pertanyaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini MS masih berstatus sebagai saksi.

“MS diperiksa terkait laporan yang kami terima sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan mendalam untuk mengungkap fakta,” ujar IPDA Rendy, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tolitoli.

IPDA Rendy juga menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berada pada tahap awal, sehingga pihak kepolisian belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa Polres Tolitoli akan menangani kasus ini secara transparan dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Kasus ini telah memicu reaksi luas di media sosial dan masyarakat Tolitoli. Banyak pihak menyuarakan harapan agar kasus tersebut diusut secara tegas mengingat terduga pelaku adalah seorang guru yang semestinya menjadi panutan bagi para murid.

Hingga kini, pihak sekolah tempat MS mengajar belum memberikan pernyataan resmi. Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli juga belum menyampaikan tanggapan atas kasus tersebut.

Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada serta terus mendampingi anak-anak mereka. Setiap indikasi tindakan yang mencurigakan diminta agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib. (Nasha)