Mitigasi Bencana, BPBD Tolitoli Gelar Sosialisasi Publik Kajian Resiko Bencana
- Kamis, 15 Mei 2025 - 15:10 WITA
- Editor: Nasha
Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Tolitoli telah menggelar kegiatan Sosialisasi Publik Kajian Resiko Bencana (foto: nasha/faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Tolitoli - Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Tolitoli telah menggelar kegiatan Sosialisasi Publik Kajian Resiko Bencana pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 09.00 s.d 12.00 WITA, di Hotel Mitra Utama, Jl. Malatuang, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Tolitoli. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Bidang Penelitan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tadulako Kota Palu serta turut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait seperti BMKG Tolitoli, Lanal Tolitoli, Kodim 1305 Buol/Tolitoli, Dinas Perhubungan Tolitoli, Damkar dan lain-lain.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ir. Abdullah Haruna, SPt., M.M. Ir. selaku Kepala Pelaksana [Kalak] BPBD Tolitoli dan menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan Diskusi Pubik digelar untuk menjadi masukan terhadap apa yang menjadi permasalahan di wilayah Tolitoli.
“kegiatan ini dilakukan untuk menjadi masukan dari publik terkait apa yang menjadi permasalahan kebencanaan di Tolitoli” kata oleh Ir. Abdullah Haruna, SPt., M.M. Ir. selaku Kepala Pelaksana [Kalak] BPBD Tolitoli.
Adapun yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut yaitu ada Dr. Wildani Pingkan Suripurna Hamzens, M.T dan Dr. Eng Hendra Setiawan, S.T, M.T dari Bidang Penelitan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tadulako Kota Palu.
Kemudian dalam kegiatan tersebut, Dr. Wildani Pingkan Suripurna Hamzens, M.T menyampaikan bahwa berdasarkan data InaRISK atau indeks Risiko Bencana Sulteng, Kabupaten Tolitoli memiliki ranking 150,57 [dibulatkan 150 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Hal tersebut berarti Tolitoli menempati posisi ke-150 dari segi risiko bencana yang tergolong cukup tinggi tapi tidak ekstrem.
Selain itu, wilayah Tolitoli memiliki 8 jenis bencana yang berpotensi terjadi yaitu Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Pasang/Abrasi, Gempa Bumi, Tanah Longsor, Tsunami, Kebakaran Hutan dan Lahan. Data tersebut merupakan rangkuman dari sejarah kejadian bencana Kabupaten Tolitoli.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta aktif berdiskusi terkait kebencanaan yang ada di Kabupaten Tolitoli dengan kesimpulan yaitu diperlukan upaya penurunan kerentanan bencana dan peningkatan kapasitas untuk terus menurunkan risiko bencana. Kemudian juga dari kesiapan masyarakat yang harus didukung kemampuan OPD untuk sosialisasi berbagai upaya mitigasi bencana dan juga kemampuan pembiayaan mitigasi bencana.
Kolonel Mardi mewakili Danlanal Tolitoli juga menekankan bahwa ledepannya perlu dicari solusi agar wilayah Tolitoli kedepannya tidak lagi terjadi bencana.
Kemudian dari Dandim Tolitoli-Buol juga turut menekankan sebagai penutup kegiatan dalam diskusi tersebut yaitu bahwa terkait permasalahan bencana ini juga menjadi fokus bersama dan ditangani bersama.
“Setiap ada kejadian bencana, masyarakat dan semuanya langsung melaporkan dan yang paling banyak yaitu terkait bencana banjir. Sehingga marilah bersama mencarikan obat atau solusinya khususnya terkait banjir karena di masing-masing daerah di Tolitoli, memiliki kesulitannya sendiri-sendiri’ tambahnya. (nasha)