Menteri Transmigrasi Kunjungi Lemban Tongoa, Dorong Transformasi Transmigrasi
- Kamis, 05 Juni 2025 - 16:25 WITA
- Editor: Andry
Menteri Transmigrasi bersama Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi mengunjungi Lemban Tongoa.(foto: Andry/faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, SIGI — Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi kawasan transmigrasi di Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis 5 Juni 2025. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.
Di hadapan warga, Menteri Iftitah menyampaikan dua pokok penting. Pertama, ia mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat Lemban Tongoa yang secara sukarela bersedia menetap dan membangun wilayah transmigrasi. “Kami dari kementerian transmigrasi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak/ibu sekalian yang telah sukarela mau dan tinggal di sini membangun wilayah ini. Kedua, kami juga ingin menyampaikan bahwa hari ini transmigrasi sedang melakukan proses transformasi menuju lebih baik,” kata Iftitah.
Kedua, ia menegaskan bahwa program transmigrasi kini tengah memasuki fase transformasi. “Transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk. Sebagaimana definisinya dalam undang-undang, transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan transmigrasi kini diarahkan pada pembangunan kawasan ekonomi baru. Namun, pembangunan tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai. “Kami kemarin sudah meminta anggaran kepada bapak Presiden, karena sekarang saja kalau hanya mengandalkan APBN tidak cukup dan sulit,” kata dia.
Sebagai bagian dari strategi baru, Kementerian Transmigrasi tengah menggencarkan sinergi lintas lembaga. Iftitah memaparkan lima program utama yang diusung kementeriannya:
- Trans Tuntas — program untuk menjamin kepastian hukum atas tanah yang ditempati transmigran.
- Transmigrasi Lokal — pemberdayaan masyarakat lokal sebelum masuknya pendatang.
- Transmigrasi Patriot — pengiriman pendamping terpelajar untuk membantu masyarakat lokal.
- Transmigrasi Karya Nusantara — pengembangan ekonomi kawasan yang mampu menciptakan lapangan kerja.
- Transmigrasi Gotong Royong — pembangunan kawasan berbasis kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan organisasi lokal.
Sebelum menutup sambutannya, Menteri Iftitah membuka ruang dialog dan meminta masukan dari warga terkait program transmigrasi. Ia juga mengingatkan Gubernur dan Bupati untuk memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah transmigrasi. “Infrastruktur ini penting, mohon agar segera diperbaiki,” katanya.
Usai pertemuan, rombongan melanjutkan agenda dengan kegiatan simbolik memetik kopi bersama warga. (Andry)