Anggota DPRD Sulteng, Marlelah, Tekankan Pendidikan dan Kompetensi untuk Perempuan Berdaya
- Minggu, 21 September 2025 - 19:51 WITA
- Editor: Abdy Nusantara
Anggota DPRD Sulteng, Dra. Marlelah, M.Si., saat menyampaikan pentingnya pendidikan dan kompetensi bagi perempuan dalam Milad Kohati HMI Cabang Palu ke-59 di Q Nay Coffee Resto. (Foto: abdy/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Palu - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Marlelah, M.Si., menegaskan pentingnya pendidikan dan kompetensi bagi perempuan agar dapat berdaya dan bersaing di ranah politik. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Milad Kohati HMI Cabang Palu ke-59 yang digelar di Q Nay Coffee Resto, Minggu (21/9/2025).
Menurut Marlelah, meski regulasi telah memberi ruang melalui kuota 30 persen bagi calon legislatif perempuan, faktanya masih banyak yang belum siap memanfaatkan kesempatan tersebut. Hambatan utama, kata dia, terletak pada rendahnya kualitas pendidikan serta kuatnya budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat.
“Pemerintah sudah menyediakan ruang, tetapi banyak perempuan yang belum siap. Pendidikan yang mumpuni dan budaya yang masih menempatkan perempuan di bawah laki-laki menjadi tantangan besar. Padahal, untuk bisa bersaing di legislatif, perempuan harus memiliki nilai lebih dibandingkan laki-laki,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa stigma tradisional yang menganggap perempuan kurang kompeten harus dihadapi dengan peningkatan kapasitas diri. Perempuan, lanjutnya, perlu memperkaya pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kepemimpinan agar dapat benar-benar mewakili aspirasi rakyat.
“Kalau hanya setara dengan laki-laki, itu belum cukup. Harus ada kelebihan yang ditunjukkan perempuan, baik dalam ilmu, pengalaman, maupun kepekaan sosial. Itu yang akan menjadikan kita lebih percaya diri untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Marlelah juga berbagi pengalaman pribadinya meniti kepemimpinan sejak masa sekolah, aktif di organisasi mahasiswa, hingga dipercaya memimpin perguruan tinggi sebelum duduk di kursi legislatif. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adalah hasil dari proses panjang, bukan sesuatu yang instan.
“Persiapkan diri dengan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan menganalisis, serta jangan lupa selalu bertakwa kepada Tuhan. Kalau semua itu ditempa, insyaallah jalan akan terbuka dengan sendirinya,” tutupnya.
Perayaan Milad Kohati HMI Cabang Palu ke-59 dengan tema “Perempuan Berdaya: Suara, Aksi, dan Perubahan” turut menghadirkan tokoh perempuan dan aktivis sebagai narasumber. Acara ini sekaligus menjadi ruang diskusi penguatan peran perempuan dalam politik dan pembangunan daerah. (Abdy HM)