Maklumat Bandung GP Ansor: Serukan 'Resolusi Jihad Jaga Kyai Jaga Negeri' di Hari Santri, Lawan 'Desain Jahat' Trans7
- Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:00 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, saat mengumumkan Maklumat Bandung dalam konferensi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025) malam. (Tangkap layar Instagram @gp.ansor)
Faktasulteng.id, BANDUNG— Gerakan Pemuda (GP) Ansor menanggapi serius dugaan pelecehan terhadap kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan tradisi pesantren oleh tayangan program televisi Trans7. Dalam Konsolidasi Nasional yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, 17-19 Oktober 2025, Ansor mengeluarkan Maklumat Bandung, sebuah pernyataan sikap yang tegas menuntut diakhirinya narasi diskreditif terhadap NU.
Puncak sikap tegas ini adalah seruan Ansor kepada Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, untuk mencanangkan Resolusi Jihad Jaga Kyai Jaga Negeri pada momentum Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2025.
Trans7 Dinilai Bagian dari 'Desain Sistematis'
Pelecehan yang berasal dari program "Xpose Uncensored" Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025, yang menarasikan kecurigaan publik terhadap kiai yang "semakin kaya" dari amplop santri dan membandingkannya dengan "mobil mewah" kiai, dinilai GP Ansor bukan sekadar kesalahan teknis.
"Pelecehan terhadap kiai dan pesantren bukan kejadian kebetulan. Ini bagian dari pola atau desain sistematis yang berpotensi merugikan citra pesantren dan NU. Ini mencerminkan pola lama yang ingin meminggirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin yang diusung NU," ujar salah satu pengurus pusat GP Ansor dalam forum konsolidasi tersebut, sebagaimana dikutip dari Maklumat Bandung.
Ansor meyakini, dugaan serangan ini dilakukan oleh "kekuatan" kelompok keagamaan tertentu yang berupaya menginfiltrasi media nasional, memanfaatkan daya jangkau televisi sebagai sarana provokasi dan doktrin ideologi untuk merusak kepercayaan masyarakat kepada NU dan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.
Gus Yahya: Tayangan Jahat Mengancam Persatuan
Sikap GP Ansor sejalan dengan pandangan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, yang melayangkan protes keras. Gus Yahya menyebut tayangan Trans7 itu sebagai bentuk penyiaran yang "jahat".
"Konten yang berpotensi menimbulkan kebencian antarkelompok berisiko besar terhadap keutuhan bangsa. Kemarahan santri ke Trans7 bukan hanya karena pesantren, tapi karena serangan ke kelompok identitas," tegas Gus Yahya, menyerukan agar lembaga penyiaran menjaga tanggung jawab moral dan sosialnya.
PBNU sendiri telah menegaskan akan menempuh jalur hukum atas tayangan yang dianggap melecehkan marwah kiai dan santri ini.
Maklumat Bandung dan Seruan Jihad Ekonomi
Konsolidasi Nasional GP Ansor yang dihadiri kader dari seluruh Indonesia ini menyepakati Maklumat Bandung sebagai titik tolak perlawanan. Maklumat ini menegaskan komitmen untuk melawan segala bentuk narasi yang merugikan kiai, pesantren, dan NU.
Selain perlawanan narasi, Rakornas/Rakernas yang juga membahas tema "Gerakan Ekonomi Rakyat" ini, menempatkan resolusi jihad dalam konteks yang lebih luas.
"Resolusi jihad disini dimaknai sebagai sebuah ikhtiar melawan narasi dan framing yang terus dibangun kekuatan gelap di belakang Trans7. Ini juga menjadi ikhtiar kita melawan kelompok yang memanfaatkan televisi nasional untuk membangun permusuhan," bunyi pernyataan sikap Ansor.
Dalam konteks keumatan, Ansor menekankan bahwa jihad hari ini juga mencakup jihad ekonomi, melalui gerakan kemandirian umat seperti pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong di 22.800 desa/kelurahan se-Indonesia.
Maklumat Bandung diakhiri dengan seruan mobilisasi total bagi seluruh kader Ansor dan Banser: "Bagi kita, kader kader GP ANSOR dan Banser jika kyai dan NU sudah memanggil, maka tak ada kata menyerah!"
(**)