Mahasiswa Parigi Moutong Gelar Aksi Tolak Tambang di Palu

Mahasiswa Parigi Moutong Gelar Aksi Tolak Tambang di Palu Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong (FMKPM) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah menolak aktivitas pertambangan di wilayah Parigi Moutong. (Foto: Abdy.Faktasulteng)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong (FMKPM) menggelar aksi demonstrasi di Kota Palu, Kamis (9/10/2025). Mereka menolak kebijakan pertambangan di Parigi Moutong dan menyerukan agar daerah tersebut tetap menjadi lumbung pangan.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WITA dengan titik kumpul di Asrama Parimo, sebelum massa bergerak menuju Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Gedung DPRD Provinsi Sulteng, dan Gedung PSDM. Massa membawa spanduk bertuliskan “Kasimbar Menolak Segala Bentuk Pertambangan” serta menyampaikan orasi secara bergantian.

Koordinator lapangan aksi, Abdul Thalib, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah daerah terkait usulan perubahan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan penerbitan izin tambang di Parigi Moutong perlu dievaluasi.

FMKPM dalam aksinya menyampaikan empat tuntutan utama, yakni:

  1. Evaluasi surat edaran usulan perubahan WPR.
  2. Mendesak Dinas ESDM mencabut 15 izin perusahaan tambang di Parigi Moutong.
  3. Pemerataan infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
  4. Peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Aksi yang diikuti sekitar 20 orang mahasiswa tersebut berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga siang hari, massa masih bertahan di sekitar Kantor Gubernur untuk menyatakan sikap dan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah provinsi.

(Abdy HM)