Lemban Tongoa: Surganya Kopi Robusta, Petani Milenial Target 1 Juta Pohon
- Sabtu, 07 Juni 2025 - 11:57 WITA
- Editor: Redaksi
Foto: IST.
Aroma Harum Kopi Robusta harus diakui oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, merekapun menyoroti potensi besar kopi di Lemban Tongoa. Para petani milenial di wilayah ini menargetkan penanaman satu juta pohon kopi, sebuah inisiatif yang disambut pemerintah dengan rencana hilirisasi kopi untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Faktasulteng.id, Sigi - Aroma kopi robusta yang kuat menyelimuti perkebunan Lemban Tongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/6). Gubernur Sulteng Anwar Hafid, bersama rombongan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, tak hanya datang untuk memetik “emas hitam” tersebut, melainkan juga menyerap semangat baru dari para petani muda.
Dalam dialognya, Anwar Hafid mengungkapkan target ambisius para petani milenial setempat: menanam satu juta pohon kopi. “Tadi kami berdialog dengan petani milenial di sini, mereka menargetkan 1 juta pohon kopi ditanam di sini,” ujar Anwar Hafid, Kamis (5/6). Target ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan optimisme terhadap komoditas kopi yang semakin menjanjikan.
Hilirisasi Kopi, Pintu Gerbang Kesejahteraan Petani
Menyambut semangat petani, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan kopi di Lemban Tongoa melalui program hilirisasi. Ia melihat program hilirisasi yang digagas Presiden sebagai kunci untuk mengangkat derajat petani kopi.
“Program hilirisasi presiden bisa juga diterapkan sehingga petani kita tidak hanya menjual bahan baku,” jelas Anwar. Dengan hilirisasi, kopi yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk biji mentah, namun juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti kopi bubuk, kopi instan, atau bahkan produk turunan lainnya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
Lemban Tongoa: Tanah Subur untuk Robusta Unggul
Senada dengan optimisme Gubernur, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman menyoroti kesesuaian tanah Lemban Tongoa untuk budidaya kopi. Dalam wawancara seusai sholat Idul Adha di SP 2 Bulupountu, Kabupaten Sigi, Jumat (6/6), Iftitah menceritakan pengalaman menarik dari seorang petani lokal.
“Kemarin cerita dengan salah satu petani kopi di Lemban Tongoa, dia bawa bibit kopi robusta yang dari Lampung, itu panennya bisa 3 kali lebih banyak dan kualitasnya lebih bagus dari Lampung,” ungkap Iftitah. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Lemban Tongoa memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi kopi robusta berkualitas tinggi, bahkan melampaui daerah penghasil kopi terkenal lainnya.
Dengan target penanaman satu juta pohon dan dukungan hilirisasi, masa depan kopi Lemban Tongoa tampak cerah. Inisiatif ini tidak hanya akan menghijaukan wilayah, tetapi juga berpotensi mengangkat perekonomian dan kesejahteraan para petani di Sulawesi Tengah. (Apri)