Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Gubernur Sulteng Bersama Kwarcab Pramuka Tolitoli

Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Gubernur Sulteng Bersama Kwarcab Pramuka Tolitoli Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama pengurus Kwartir Cabang Pramuka Tolitoli saat kunjungan kerja dan silaturahmi di Kantor Kwarcab Tolitoli. (Foto: Kartika/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, TOLITOLI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah, menghadiri kunjungan kerja sekaligus silaturahmi bersama pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tolitoli. Acara berlangsung pada Jumat (3/10/2025) di Kantor Kwarcab Pramuka Tolitoli.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tolitoli, Ketua Harian Kwarcab Tolitoli, unsur Forkopimda, serta para Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dari Kecamatan Baolan dan Galang.

Ketua Kwarcab Pramuka Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Pramuka dalam pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, Pramuka tidak hanya membentuk kepribadian, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat nilai keberagaman.

“Ini tahun pertama kami, dan kami bersyukur karena ada sekitar 1.000 anak-anak putra-putri daerah Tolitoli yang telah merasakan manfaat dari program Berani Cerdas. Untuk itu kami berharap agar adik-adik Pramuka juga bisa terakomodir dalam program beasiswa ini dari Bapak Gubernur,” ujar Moh. Besar Bantilan.

Ia menambahkan, berdasarkan data, setiap tahun terdapat sekitar 3.000 lulusan SMA di Kabupaten Tolitoli. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 siswa menerima bantuan KIP dari pusat, ditambah 1.000 siswa melalui program Berani Cerdas. Artinya, sudah 1.800 siswa terbantu biaya pendidikannya. Sementara itu, siswa yang dianggap mampu tidak memperoleh bantuan, sehingga Pemda Tolitoli mengalokasikan anggaran pendidikan untuk membantu kebutuhan seragam dan perlengkapan siswa SD maupun SMP.

Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan tidak ada anak di Sulteng yang terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena biaya.

“Harapan saya, sesuai tujuan kunjungan kerja ini, tidak boleh ada lagi kekhawatiran bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan, baik di SMP, SMA, SMK negeri maupun swasta, hingga ke perguruan tinggi. Program Berani Cerdas ini tidak tanggung-tanggung, siapa saja yang memenuhi syarat pasti kita biayai,” tegas Anwar Hafid.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Tolitoli, agar lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan di luar daerah tetap dapat kuliah di Tolitoli.

“Setiap tahun ada sekitar 3.000 lulusan SMA. Kalau 1.000 keluar daerah, maka 2.000 sisanya harus bisa kuliah di Tolitoli. Inilah peran dari 9 Berani, yaitu Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Berdering, Berani Menyala, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Berkah, dan Berani Berintegritas,” jelasnya.

Ketua Harian Kwarcab Tolitoli, Muliadi, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting bagi keluarga besar Pramuka untuk mendengar langsung arahan Gubernur mengenai program 9 Berani.

“Semoga dengan arahan beliau, adik-adik Pramuka, baik penggalang, penegak, maupun pandega, dapat memahami program tersebut dan menjadi generasi yang siap menyongsong masa depan,” tutur Muliadi.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 10 sekolah dasar, delapan sekolah menengah pertama, serta para Majelis Pembimbing Gugus Depan dari berbagai sekolah di Kabupaten Tolitoli.

(Kartika)