Sekitar 5000 lebih peserta, mulai dari Kades, Lurah, Camat, dan Bupati se-Sulteng Hadiri Peluncuran Koperasi Merah Putih di GBK
- Kamis, 22 Mei 2025 - 15:18 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
peluncuran program Gerakan Nasional Koperasi Merah Putih dari Desa yang juga dirangkai dengan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis.(foto: Ist)
Faktasulteng.id, Palu - Pemerintah pusat dan daerah meluncurkan Gerakan Nasional Koperasi Merah Putih dari Desa sebagai langkah strategis mempercepat kemandirian ekonomi desa. Program ini resmi dimulai pada Kamis, 22 Mei 2025, di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Palu, Sulawesi Tengah.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd, hadir langsung didampingi Wakil Menteri Ir. Ahmad Riza Patria, M.B.A., serta Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid, M.Si. Lebih dari lima ribu kepala desa, lurah, dan camat dari seluruh Sulawesi Tengah turut menyaksikan peluncuran program yang juga dirangkai dengan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis.
Yandri menegaskan, koperasi Merah Putih bukan sekadar program bantuan, melainkan gerakan nasional untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari akar rumput. “Ini adalah amanah Presiden. Uang negara harus mengalir ke desa dan dikelola oleh warga desa sendiri,” kata Yandri dalam sambutannya.
Ia mendorong seluruh desa membentuk koperasi dan menyelesaikan proses legalisasi melalui akta notaris sebelum akhir Mei. Dana desa, kata dia, dapat digunakan untuk membiayai pembuatan akta notaris sebesar Rp2,5 juta sesuai aturan maksimal tiga persen dari anggaran. Setelah itu, koperasi harus didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM agar memperoleh status hukum yang sah.
Pemerintah menargetkan seluruh koperasi desa sudah terbentuk dan terdaftar sebelum 30 Juni 2025. Pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025, koperasi-koperasi ini ditargetkan mulai beroperasi. Peluncuran nasionalnya direncanakan pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendukung penuh gerakan ini. Ia menyoroti lemahnya daya saing nelayan lokal yang kalah dari nelayan luar, serta pentingnya membangun kedaulatan ekonomi berbasis desa. “Kita butuh langkah nyata. Desa harus menjadi pusat kekuatan ekonomi. Pemerintahannya pun harus religius, gotong royong, dan berpihak pada rakyat,” ujar Anwar.
Peluncuran ini juga diwarnai dengan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memberantas stunting dan kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan. Sejumlah kementerian, mulai dari Kesehatan, Pertanian, hingga Keuangan, terlibat dalam menyukseskan program ini.
Gerakan koperasi Merah Putih diyakini menjadi tumpuan baru dalam meratakan ekonomi antara kota dan desa. Dengan lebih dari 75 ribu desa di Indonesia dan mayoritas penduduk tinggal di desa, pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas lokal dianggap sebagai keniscayaan.
Yandri mengajak seluruh kepala desa untuk berperan aktif dan percaya diri dalam membangun desanya. “Jangan pernah kecilkan peran kepala desa. Dari desa, bisa lahir pemimpin bangsa. Gubernur pun bisa berasal dari desa,” katanya. (**)