KONI Sulteng Genjot Pembinaan Olahraga Otomotif Lewat Sulawesi Cup Race 2025
- Minggu, 12 Oktober 2025 - 13:39 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Sekretaris Umum KONI Sulteng Andi Nur Lamakarate bersama Ketua IMI Sulteng Helmi Umar membuka secara resmi Kejuaraan Nasional Motoprix Putaran 1 Regional Sulawesi dan Sulawesi Cup Race (SCR) Putaran 3 di Sirkuit Panggona Palu. (Foto: Ist)
Faktasulteng.id, PALU - Semangat kebangkitan olahraga otomotif di Sulawesi Tengah semakin nyata. Dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng di bawah komando Muhammad Fathur Razaq menjadi dorongan utama terselenggaranya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Putaran 1 Regional Sulawesi dan Sulawesi Cup Race (SCR) Putaran 3 di Sirkuit Panggona Palu, 11-12 Oktober 2025.
Ajang bergengsi yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tengah ini diikuti 92 pembalap dengan total 179 starter yang berebut podium di 23 kelas lomba—terdiri atas 4 kelas wajib Kejurnas, 7 kelas wajib SCR, dan 12 kelas supporting. Kejuaraan ini juga menjadi pembuka kalender otomotif nasional di Pulau Sulawesi tahun 2025.
Ketua IMI Sulteng Helmi Umar menyampaikan apresiasi kepada KONI Sulteng, khususnya Ketua Umum Muhammad Fathur Razaq, atas dukungan besar terhadap perkembangan olahraga otomotif di daerah. Ia menilai perhatian KONI telah membawa semangat baru bagi pembinaan di berbagai cabang olahraga, termasuk otomotif.
“Pak Fathur bukan hanya memberi dukungan moral, tapi juga langkah nyata. Beliau membantu pengaspalan sirkuit ini, dan Insyaallah tahun depan akan direhabilitasi agar lebih representatif. Semua kegiatan olahraga di Sulawesi Tengah saat ini terasa mendapat dukungan penuh dari KONI,”
ujar Helmi di hadapan peserta dan tamu undangan.
Tak hanya fokus pada event dan infrastruktur, IMI Sulteng juga menaruh perhatian serius terhadap keselamatan pembalap dan kru. Dalam kesempatan itu, IMI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan, memastikan seluruh peserta kejuaraan mendapat perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“BPJS kini mengakui bahwa dunia otomotif adalah bagian dari industri olahraga. Artinya, atlet, kru, dan mekanik dilindungi sebagai tenaga kerja resmi. Bahkan jika terjadi insiden saat perjalanan menuju atau pulang dari sirkuit, semua tetap tercover,”
jelas Helmi.
Ia menambahkan, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mulai mengalir melalui rencana pembangunan sirkuit drag race, drag bike, dan slalom test track di kawasan Hutan Kota Palu. Proyek lintasan sepanjang 500 meter dengan lebar 16 meter itu diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet otomotif yang lebih luas dan terarah.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sulteng, Andi Nur Lamakarate, yang hadir mewakili Ketua Umum, secara resmi membuka kejuaraan. Ia menyampaikan salam dari Muhammad Fathur Razaq kepada seluruh pembalap, kru, dan panitia.
“Ketua KONI menitipkan pesan agar event seperti ini tidak hanya menjadi ajang balapan, tapi juga wadah pembinaan dan pengukuran kemampuan atlet. KONI berkomitmen menata organisasi dan memetakan potensi atlet di semua cabang olahraga agar pembinaan menuju PON lebih terarah,”
ujar Andi.
Andi juga menekankan pentingnya soliditas antar cabang olahraga, terutama menjelang pelaksanaan PON. Ia menilai IMI Sulteng menjadi salah satu organisasi olahraga yang konsisten dan aktif dalam melakukan pembinaan.
“Kita ingin semua cabor seperti IMI, organisasinya aktif, atletnya berprestasi. Dengan begitu, pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah bisa lebih kuat dan berkelanjutan,”
tambahnya.
Dengan dukungan lintas sektor—dari KONI, pemerintah daerah, hingga BPJS—Sulawesi Tengah mulai menegaskan diri sebagai pusat pertumbuhan olahraga otomotif di kawasan timur Indonesia. (**)