Kolaborasi Pemkab Tolitoli dan Dinas Perkebunan & Peternakan, Rumuskan Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Kolaborasi Pemkab Tolitoli dan Dinas Perkebunan & Peternakan, Rumuskan Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Tolitoli – Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Tolitoli berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) gelar Perumusan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Yang dilaksanakan pada Kamis 23 Januari 2025 di Hotel Alatas Jln. Sultan Hasanuddin no 54 Tolitoli. Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan industri sawit yang unggul, ramah lingkungan, dan mensejahterakan masyarakat.

Pelaksanaan perumusan RAD-KSB berdasar pada Peraturan Bupati (Perbup) No.49 tahun 2024 bahwa Bupati memiliki peran penting dalam merumuskan dan menetapkan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan , kemudian RAD-KSB di susun sejalan dengan Rencana Pemerintah terkait pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan serta komitmen Pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani kelapa sawit yang ada di Kabupaten Tolitoli.

Perumusan RAD-KSB dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan aksi dan rencana pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Tolitoli sebagai proses untuk menyinergikan serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi multipihak dalam mencapai tujuan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan , Serta sebagai instrumen yang membantu untuk melakukan monitoring dan evaluasi dari kegiatan aksi pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan yang telah dilakukan.

Sasaran Perumusan RAD-KSB yaitu komponen penguatan data dan penguatan kombinasi dan infrastruktur, penguatan kapasitas dan kapabilitas pekebun, komponen pengelolaan dan pemantauan, tata kelola perkebunan dan komponen pendukung dan Percepatan sertifikasi ISPO dilakukan untuk mempermudah proses sertifikasi bagi pekebun, khususnya yang berada di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan sumber daya.

Forum penyususan RAD-KSB yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk Organisasi Perangkat Daerah kecamatan Lampasio, Basidondo, Ogodeide , Kepala BUMN dan BUMD, perusahaan perkebunan, akademisi, dan LSM serta menghadirkan narasumber dan petani kelapa sawit.

Sebelum membuka kegiatan tersebut Bupati Tolitoli, Hi Amran Hi.Yahya menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai bentuk Gotong royong “Mari kita bangun bersama kemajuan daerah Kabupaten Tolitoli dengan sinergi yang kuat antara Pemkab dan Dinas Perkebunan & Peternakan, kita bisa menyusun RAD yang komprehensif, realistis dan terintegrasi dan dapat di implementasikan dengan baik ” Ujar Bupati Tolitoli.

RAD ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas sawit, tetapi juga pada sosial budaya dan ekologi yaitu pemanfaatan limbah sawit untuk pakan ternak, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Dan Kesejahteraan Petani dan Peternak dalam Program pemberdayaan dan akses permodalan yang lebih mudah.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak), Herman Madjid juga berpesan kepada para petani untuk memanfaatkan program-program yang telah diupayakan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) tahun anggaran 2025.

Dalam sambutannya Kadis Disbunak mengatakan,”Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan dan peternakan. Kita berkomitmen untuk terus mendorong menciptakan model pembangunan yang saling menguntungkan dan ramah lingkungan.”

DBH kelapa sawit merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil kelapa sawit. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa pendapatan dari industri kelapa sawit tidak hanya dirasakan perusahaan perkebunan tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pekebun kelapa sawit.

Melalui ini ditargetkan akan menjadi pedoman bagi pembangunan industri sawit di Tolitoli yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi peluang yang melibatkan multi pihak untuk memajukan daerah Kabupaten Tolitoli.(Ainun Rosadi)