Kecewa Kepada DPRD Tolitoli, Aliansi Masyarakat Bersatu Tolitoli Gelar Aksi

Kecewa Kepada DPRD Tolitoli, Aliansi Masyarakat Bersatu Tolitoli Gelar Aksi (foto: Facebook.com/Istimewa)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, TOLITOLI — Sekitar 200 orang dari Aliansi Masyarakat Bersatu Tolitoli (AMBT) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Tolitoli, Kamis, 19 Juni 2025. Massa mendesak pertanggungjawaban moral anggota dewan atas ketidakhadiran mayoritas anggota dalam Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati Tolitoli Tahun Anggaran 2024 yang digelar 13 Juni lalu.

“Ini bukan sekadar soal absensi. Ini soal pengkhianatan terhadap amanat rakyat,” ujar Koordinator Aksi, Mohammad Arifai Mappasulle, S.H, M.H dalam orasinya. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR RI).

Aksi ini dipicu oleh rendahnya kehadiran anggota DPRD dalam sidang LPJ, yang membuat forum tidak memenuhi kuorum dua pertiga anggota. Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, yang hadir dalam sidang itu, sempat meluapkan kekecewaannya. Video kemarahannya tersebar luas dan menuai sorotan publik, terutama di media sosial.

Menurut Arifai, absennya banyak anggota dewan dalam sidang penting seperti itu merupakan bentuk ketidakseriusan lembaga legislatif dalam mengawal pembangunan daerah. “Banyaknya anggota dewan yang tidak hadir tersebut mencederai tanggungjawab moral dan politik para wakil rakyat terhadap konstituen. Kemudian hal ini bukan sekedar masalah absen, namun bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat karena Sidang Paripurna tersebut adalah forum tertinggi yang menentukan arah pembangunan daerah,” kata dia.

Sejumlah perwakilan massa akhirnya diterima oleh beberapa anggota DPRD Tolitoli, termasuk Ketua Fraksi, Moh. Saleh Kani, S.E. Kepada demonstran, Saleh menyatakan apresiasinya atas partisipasi publik.

“ami sangat menghargai aspirasi masyarakat dan hal ini akan menjadi evaluasi bagi kami. Kami berupaya semaksimal mungkin agar kedepannya tidak terjadi lagi,” kata Saleh. Ia berjanji, DPRD akan berusaha memperbaiki kedisiplinan dan kinerjanya ke depan.

Aksi berakhir tertib. Namun, warga meminta agar tuntutan mereka tak berhenti di ruang aspirasi. “Kami tidak ingin hanya didengar, kami ingin perubahan nyata,” ujar salah satu peserta aksi. (Nasha)