Kapolri: Polri Siap Tanam Jagung 1 Juta Hektare, Panen Ditarget hingga 10 Juta Ton

Kapolri: Polri Siap Tanam Jagung 1 Juta Hektare, Panen Ditarget hingga 10 Juta Ton (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI - Kepala Polisi Republik Indinesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III dan penanaman jagung di lahan perhutanan sosial melalui zoom meeting dan akun youtube posko presisi polri.

Dalam sambutanya Listyo menyampaikan laporan terkait target dari Polri untuk penanaman jagung pada tahun 2025.

“sedikit kami laporkan bahwa pada tahun 2025, Polri mendapatkan target penanaman jagung seluas 1 juta hektare lahan dengan estimasi panen kami mengharapkan panennya mencapai 4 - 10 juta ton,” ujarnya.

Hal tersebut diperkut dengan hasil panen pada kuartal I dan II yang mencapai angka 2 juta ton.

“pada kuartal I dan II kemarin telah dilakukan panen jagung pada lahan seluas 344.524 hektare dengan hasil panen lebih dari 2 juta ton,” jelasnya

Listyo juga mengatakan hasil ini karena adanya kerjasama dengan kementerian pertanian Republik Indonesia, Perhutani dan Inhutani, kemudian ditambah dengan Stakeholder yang lain termasuk juga dengan masyarakat itu sendiri.

“Saat ini terdapat potensi lahan seluas 795.339,53 hektare, dimana 301.679,049 hektare diantaranya merupakan lahan perhutanan sosial, dan total potensi lahan tersebu 431.233,36 hektare telah ditanami,” Jelasnya

Listyo juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah dalam mewujudkan ketahan pangan melalui keterlibatan dalam setiap tahapan, mulai dai pencarian lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga jaminan hasil panen.

Selain itu listyo juga menambahkan bahwa Polri juga memberikan dukuang oprasional secara bertahap kepada penyuluh prtanian lapangan, berupa 500 unit alat penguji kesuburan tanah, serta kepada kelompok tani dan koperasi 89 unit alat pemibil jagung, 100 unit alat penguji kadar air, dan 93 alat pengering.

Listro juga mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya itu, mereka juga akan membangun 18 gudang pangan polri di 12 Provinsi dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 18.000 ton.

“ Proyeksi akan selesai bulan Agustus 2025. Ke depan pada 18 gudang tersebut akan dibangun gudang jagung pipil yang dilengkapi dengan dryer, sehingga proses pengurangan kadar air berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Listyi juga menambahkan selain 18 gudang mereka juga akan membangun gudang jagung pipil tambahan sehingga dapat mengakomodir jumlah yang lebih besar.

“pada gudang tambahan tersebut juga akan delengkapi dengan drayer,” ucapnya.

Listyo juga mengatakan bahwa Polri juga akan memberikan bantuan berupa alat pipil mobile dan drayer mobile, sehingga dapat digunakan oleh beberapa kelopok tani pada lokasi yang berbeda.

Diakhir sambutanya Listyo mengungkapkan bahwa Bulog menjadi mitra strategis utama yang akan dipenuhi oleh hasil pemanenan kuartal III. Jika gudang Bulog sudah penuh, maka akan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengoptimalkan penyerapannya. (Andry)