Kadis Pendidikan Sigi Minta Maaf atas Candaan yang Dinilai Merendahkan Jurnalis
- Selasa, 03 Juni 2025 - 17:24 WITA
- Editor: Andry
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi. (foto: IST)
Faktasulteng.id, SIGI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Anwar, meminta maaf kepada para jurnalis atas ucapannya yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat kegiatan verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kantor Bupati Sigi, pekan lalu.
Insiden bermula ketika sesi dokumentasi kegiatan diambil alih oleh dua jurnalis karena fotografer dari Humas Pemkab belum tiba di lokasi. Setelah fotografer resmi datang, Anwar melontarkan candaan, “Ini baru asli, yang tadi abal-abal.” Perkataan itu sontak menuai reaksi dari para jurnalis yang merasa profesinya diremehkan.
Menanggapi reaksi tersebut, Anwar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “saya mengakui, apa yang saya ucapkan saat itu tidak pada tempatnya. Saya memang orangnya suka bercanda, tapi saya sadar betul bahwa ucapan itu bisa disalahartikan dan menyinggung perasaan teman-teman jurnalis. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” kata Anwar.
Anwar juga menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun niat di dalam hatinya untuk merendahkan profesi jurnalis. “Dalam hati kecil saya , saya sama sekali tidak pernah, bahkan tidak erpikir sedikitpun untuk melecehkan teman-teman wartawan. Sejak saya menjabat, saya selalu berusaha menjaga hubungan baik dan terbuka terhadap media,” ujarnya.
Menurut Anwar, suasana saat itu cukup ramai dan ia melontarkan candaan secara spontan. Namun, ia menyadari bahwa forum resmi yang melibatkan banyak pihak bukan tempat untuk bercanda. “kadang memang saya suka bercanda di lingkungan kantor, tapi kali ini saya benar-benar khilaf. Ucapan saya itu tidak seharusnya disampaikan dalam forum resmi yang melibatkan banyak pihak, termasuk jurnalis yang sedang bekerja,” kata dia.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf khusus kepada Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu yang turut menyoroti pernyataannya. “Untuk ketua AJI Palu, saya memohon maaf baik secara pribadi maupun atas nama intitusi. Saya tidak pernah bermaksud menyudutkan rekan-rekan jurnalis, terlebih dalam forum resmi. Saya sangat menghargai kerja-kerja jurnalistik,” kata Anwar.
Ke depan, Anwar berkomitmen menjaga komunikasi yang baik dengan para jurnalis. “kapan pun teman-teman wartawan ingin atau bertemu, pintu saya selalu terbuka baik di kantor atau di rumah. Keceuali ketika saya sedang sakit atau di luar kota,” ujarnya.
Ia mengajak jurnalis untuk terus membangun kolaborasi positif. “Saya justru sangat membutuhkan peran media dalam memantau jalannya pelayanan pendidikan. Kalau ada pelanggaran atau hal-hal yang tidak sesuai prosedur, tolong disampaikan kepada saya. Kita bisa tindak lanjuti bersama. Kita harus bekerja sama dan saling mengiatkan,” kata Anwar. (andry)