Jalan Provinsi Labonu-Mepanga Rusak Parah, Warga Tolitoli Keluhkan Lambatnya Perbaikan
- Kamis, 29 Mei 2025 - 13:15 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Jalan Provinsi Labonu-Mepanga Rusak Parah (foto: Ist)
Faktasulteng.id, TOLITOLI - Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dengan wilayah Pantai Timur Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik. Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan terparah terjadi di jalur dari Desa Labonu hingga ke arah Mepanga.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan berarti. Amin (30), warga Kecamatan Basi Dondo, menyebut kerusakan jalan di wilayah tersebut telah terjadi sejak tiga tahun terakhir.
“Sejak dari Labonu sampai Mepanga, sebagian besar badan jalan sudah rusak parah. Ini sudah sekitar tiga tahun,” kata Amin, Kamis pagi, 29 Mei 2025.
Hal senada disampaikan Ina Dei (50), warga lainnya. Menurut dia, kerusakan parah terlihat mulai dari dataran Labonu hingga ke puncak Mepanga. Jalan berlubang dan tergenang air seperti kubangan kerbau menjadi pemandangan sehari-hari.
“Di bagian puncak menuju penurunan Mepanga, badan jalannya sudah tidak berbentuk. Lubangnya besar dan sering tergenang,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan, kerusakan terparah berada di jalur dari Tolitoli menuju Mepanga. Dari total 40 kilometer ruas jalan yang menghubungkan Pasir Putih-Labonu-Mepanga, sekitar 3 kilometer mengalami kerusakan berat. Meski kerusakan bersifat sporadis, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Rendy, seorang pengendara motor yang kerap melintasi jalur itu, menyebut kerusakan paling parah berada di wilayah administrasi Tolitoli. Sementara itu, ruas jalan yang memasuki wilayah Parigi Moutong relatif lebih baik, meski tetap ditemukan beberapa titik berlubang.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, membenarkan bahwa sebagian ruas jalan Labonu-Mepanga masih dalam kondisi rusak parah.
“Dari total panjang jalan, masih ada sekitar 30 kilometer yang perlu ditangani. Tahun 2024 lalu, baru sekitar 3 kilometer yang mendapat alokasi anggaran untuk preservasi,” kata Asbudianto saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis, 29 Mei 2025.
Ia menjelaskan, hingga tahun anggaran 2025, belum ada program perbaikan untuk ruas jalan tersebut karena anggaran masih mengalami refocusing.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa dialokasikan anggaran untuk perbaikannya,” harap birokrat asal Tolitoli itu. (**)