Inflasi Tolitoli Capai 3,78 Persen, Naik Menjelang Idul Adha

Inflasi Tolitoli Capai 3,78 Persen, Naik Menjelang Idul Adha (foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Tolitoli - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Adha 1446 H/2025, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Tolitoli mengalami kenaikan harga yang turut mendorong terjadinya inflasi. Lembaga statistik di daerah ini, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Tolitoli, merilis data resmi inflasi yang menunjukkan adanya peningkatan inflasi tahunan (year on year/yoy) per Mei 2025.

Inflasi yoy adalah indikator yang digunakan untuk mengukur perubahan harga barang dan jasa dalam satu tahun terakhir, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini berguna untuk memahami tren inflasi jangka panjang dan menjadi rujukan penting dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter, termasuk penyesuaian suku bunga dan kebijakan anggaran pemerintah.

Kepala BPS Tolitoli, Sunu Hari Ismawan, S.ST., M.Si., mengatakan bahwa inflasi yoy pada Mei 2025 tercatat sebesar 3,78 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Mei 2024 yang sebesar 3,27 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,73 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,34 persen; kesehatan 1,27 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,12 persen; pakaian dan alas kaki 0,63 persen; pendidikan 0,19 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,09 persen; serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,05 persen,” ujar Sunu.

Secara regional, Tolitoli bukan merupakan daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Kota Luwuk dengan angka mencapai 4,28 persen. Sementara itu, Morowali dan Kota Palu mencatat inflasi sebesar 2,10 persen.

Meski terjadi kenaikan pada Mei ini, Sunu memproyeksikan bahwa inflasi pada bulan Juni mendatang justru akan menurun. “Prediksi ke depannya, nantinya inflasi yoy pada Juni akan mengalami penurunan agar nantinya inflasi di Tolitoli bisa melandai, dan jika hal itu bisa bertahan, maka bisa mendekati target ideal nasional yaitu 2,5 persen,” jelasnya. (Nasha)