Hujan Deras Picu Banjir di Sigi, Akses ke Poso Sempat Lumpuh

Hujan Deras Picu Banjir di Sigi, Akses ke Poso Sempat Lumpuh Tangkapan layar video banjir di Tongoa, Kabupaten Sigi
Nusantara

Bagikan Berita ini!

SIGI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunung Potong, Kabupaten Sigi, pada Selasa (5/3/2025) sore, menyebabkan banjir yang menggenangi Desa Tongoa, Kecamatan Palolo. Air bah bercampur lumpur dan batu sempat melumpuhkan akses jalan menuju Dongi-dongi, Kabupaten Poso.

Menurut laporan yang diterima Faktasulteng.id, banjir terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WITA, menyusul hujan deras yang berlangsung sejak pukul 13.30 WITA. “Hujan dengan intensitas tinggi di area Gunung Potong, perbatasan Dusun 3 dan Dusun 4 Desa Tongoa, menyebabkan banjir dan menggenangi rumah penduduk serta akses jalan,” ujar Dara Adinda Malonta, Kepala Desa Tongoa.

Meskipun banjir telah surut, material lumpur dan batu masih mengotori jalan dan pemukiman warga. Warga bergotong royong membersihkan area terdampak, namun mereka membutuhkan bantuan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kami meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi segera mengirimkan ekskavator untuk membantu membersihkan jalan,” kata Dara.

Banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan sarana dan prasarana cukup signifikan. Akses jalan yang terhambat sempat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang hendak menuju Kabupaten Poso.

Ancaman Bencana Susulan

Desa Tongoa dan wilayah Kabupaten Sigi lainnya memang rawan bencana alam. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan longsor di daerah-daerah seperti Dolo Selatan, Dolo Barat, Gumbasa, dan Kulawi.

“Adanya bencana akibat curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap wilayah pemukiman, persawahan dan akses masyarakat,” demikian bunyi laporan yang diterima Faktasulten.id

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan. Langkah-langkah mitigasi, seperti pemantauan kondisi cuaca, penyediaan sistem peringatan dini, dan pembersihan drainase, perlu diintensifkan.

“Pemerintah bersama masyarakat serta instansi terkait perlu bersiaga secara berkala dengan melakukan pengecekan secara rutin, serta himbauan sirene peringatan dini dan komunikasi intensif maupun pemantauan Early Warning System (EWS) saat terjadi hujan mulai dari intensitas ringan hingga tinggi,” demikian rekomendasi dalam laporan tersebut.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Sigi juga diminta untuk segera memulihkan akses jalan di area Gunung Potong dan mendukung upaya pengerukan sedimentasi material batu dan lumpur. (FDL)