Gubernur Usulkan Bandara Mutiara Sis Aljufri Jadi Hub Internasional, Layani TKA dan Jamaah Haji
- Kamis, 10 Juli 2025 - 11:38 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ro Adpim Setdaprov Sulteng)
Faktasulteng,id PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengusulkan peningkatan status Bandara Mutiara Sis Aljufri menjadi bandara hub internasional guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung sektor transportasi udara, khususnya dalam melayani tenaga kerja asing dan jamaah haji asal Sulawesi Tengah.
Usulan ini disampaikan langsung dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang digelar di ruang Polibu, Rabu sore, 9 Juli 2025.
Menurut Anwar, pengembangan Bandara Mutiara sebagai hub tidak hanya akan mengurangi ketergantungan terhadap Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, tetapi juga memicu tumbuhnya aktivitas penerbangan di bandara-bandara kabupaten sekitarnya.
“Wilayah udara Sulteng masih sangat bergantung pada Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Akibatnya, penumpang dari dan ke kabupaten di Sulteng harus transit dulu di Makassar,” ujar Anwar dalam paparannya.
Ia meyakini, jika Bandara Mutiara berstatus hub, penumpang dari kabupaten-kabupaten di Sulteng bisa langsung terhubung melalui Palu tanpa perlu melewati Makassar.
Tak hanya itu, Anwar juga menyoroti potensi ekonomi dari penerbangan internasional langsung ke Palu, terutama dari Tiongkok. Ia menyebut, sekitar 30 ribu Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara tersebut saat ini masih bergantung pada penerbangan dari Makassar sebagai pintu masuk utama ke Indonesia.
“Kalau (Mutiara Sis Aljufri) ditingkatkan jadi internasional, mereka bisa ke sini dengan menyewa pesawat dari Cina langsung ke Palu,” kata Anwar. Ia menilai, peluang ini dapat memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
Selain mendukung mobilitas TKA, Anwar juga menekankan pentingnya peran Bandara Mutiara sebagai pintu keberangkatan bagi jamaah haji Sulawesi Tengah. Dengan status internasional, bandara ini diharapkan menjadi gerbang utama jemaah tanpa harus transit di provinsi lain. (**)