Gubernur Sulteng Tawarkan Potensi Tambang dan Energi ke Investor Tiongkok
- Senin, 26 Mei 2025 - 22:48 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(foto: Ist)
Faktasulteng.id, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali mempromosikan potensi daerahnya ke pasar internasional. Dalam pertemuan virtual yang difasilitasi oleh DPP Apindo Sulawesi Tengah, Selasa, 26 Mei 2025, Gubernur Anwar Hafid menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada para investor asal Tiongkok.
Didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Anwar menekankan kesiapan daerahnya untuk menerima masuknya modal asing, terutama dari Tiongkok yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama Indonesia.
“Kami melihat Tiongkok sebagai mitra strategis. Investasi mereka di Indonesia sangat besar, dan Sulawesi Tengah memiliki banyak peluang yang belum tergarap optimal,” kata Anwar dari ruang kerjanya di Palu.
Dalam paparannya, Anwar menyebut sejumlah sektor unggulan yang siap dikembangkan bersama mitra asing, mulai dari kawasan industri berbasis tambang emas dan tembaga, sektor kelautan dan perikanan, hingga energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya.
Menurut Anwar, sejumlah proyek strategis seperti smelter nikel, kilang gas alam cair (LNG), dan industri kelapa sawit telah tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Sulawesi Tengah kini menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional. Situasi aman dan kondusif menjadi jaminan utama kami,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang muncul dari pertemuan itu. “Kami siap bergerak cepat, memberikan kemudahan dan kepastian kepada para investor,” kata dia.
Ketua DPP Apindo Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menyambut positif langkah pemerintah provinsi membuka ruang dialog dengan calon investor internasional. Menurutnya, kehadiran langsung gubernur dan wakil gubernur dalam forum itu menjadi sinyal kuat keseriusan daerah membuka diri terhadap investasi.
“Ini momentum penting untuk memperkenalkan Sulawesi Tengah di mata dunia. Apindo siap menjadi jembatan antara pemerintah dan investor demi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Wijaya. (**)