Gubernur Sulteng Hadiri Sarasehan Geopolitik Global di Kompleks Parlemen
- Selasa, 20 Mei 2025 - 21:38 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Sulawesi Tengah menghadiri Sarasehan Perubahan Geopolitik Dunia.(foto: Biro Administrasi Pimpinan)
Faktasulteng.id, Jakarta - Gubernur Sulawesi Tengah, Dr.H.Anwar Hafid,M.Si, menghadiri Sarasehan Perubahan Geopolitik Dunia bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya” di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 20 Mei 2025.
Sarasehan yang diinisiasi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini dibuka secara resmi oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani, lewat pemukulan gong. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, termasuk Panglima TNI, Kapolri, beberapa menteri Kabinet Merah Putih, para kepala daerah, ketua DPRD, serta kepala Badan Kesbangpol dari seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut, Gubernur Anwar didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tengah, Arfan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen daerah terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika geopolitik global.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan pentingnya forum ini sebagai langkah strategis untuk menyusun ulang orientasi politik nasional. Menurut dia, Pancasila tetap menjadi jangkar utama dalam menghadapi guncangan globalisasi.
“Di tengah gelombang globalisasi, Pancasila tetap berdiri kokoh. Kepada generasi muda, kita tidak mewariskan bongkahan batu, melainkan api yang harus terus dijaga. Selama api itu menyala, Indonesia tetap punya arah,” kata Muzani dalam sambutannya.
Muzani juga menyinggung program-program Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya konkret dalam mewujudkan keadilan sosial di berbagai lini kehidupan rakyat Indonesia.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyebut sarasehan ini sebagai ruang strategis untuk membangun dialog lintas sektor dan wilayah. Ia menilai forum tersebut sebagai momentum penting dalam menyamakan persepsi kebangsaan dan memperkuat daya tahan nasional.
Diskusi menghadirkan beberapa narasumber kunci, seperti Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Pertahanan Letjen TNI (Purn) Yudi, serta Dewan Pakar Hubungan Luar Negeri Dr. Darmansyah. Jalannya acara dipandu oleh akademisi sekaligus moderator, Prof. Dr. Juanda. (**)