Gubernur Lantik KPID Sulteng 2025–2028, Tegaskan Penyiaran sebagai Panglima Perubahan
- Senin, 04 Agustus 2025 - 18:42 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Sulteng Lantik 7 Anggota KPID Periode 2025–2028, Tekankan Peran Strategis Penyiaran dalam Mendorong Pembangunan dan Edukasi Publik. (Foto: Ist)
Faktasulteng.id, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melantik tujuh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah periode 2025-2028. Prosesi berlangsung khidmat di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, Senin pagi, 4 Agustus 2025.
Tujuh nama yang kini resmi mengemban mandat adalah Rachmat Caisaria, Sepryanus Tolule, Muhammad Ramadhan Tahir, A. Kaimuddin, Muhammad Faras Muhadzdzib. L, Yeldi S. Adel, dan Mita Meinansi. Mereka diambil sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan disaksikan langsung jajaran Pemerintah Provinsi.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyoroti proses seleksi yang berlangsung ketat dan transparan. Ia mengaku beberapa peserta yang dikenalnya secara pribadi bahkan tak lolos seleksi. “Ini menunjukkan integritas pansel dan kredibilitas mereka yang terpilih hari ini. Saya ucapkan selamat, karena Anda semua memang layak duduk di posisi ini,” kata Anwar.
Namun bagi Anwar, pelantikan ini bukan sekadar acara formalitas. Ia menyebutnya sebagai babak baru dalam penguatan sistem penyiaran daerah. “Penyiaran kini bukan sekadar hiburan, melainkan panglima perubahan,” ujarnya. Menurutnya, siaran publik memiliki kekuatan membentuk opini, memperkuat identitas kedaerahan, hingga mempercepat pembangunan.
Ia menegaskan peran KPID sebagai “penjaga ruang informasi publik” agar tetap sehat, adil, dan edukatif. “Kita hidup di era di mana informasi bisa menyelamatkan, tapi juga bisa menyesatkan. Karena itu, penyiaran bukan lagi sekadar soal teknis siaran, tetapi menjadi penentu arah berpikir masyarakat,” katanya.
Gubernur juga meminta KPID berperan aktif menyosialisasikan program strategis daerah, terutama dua program unggulan: Berani Cerdas dan Berani Sehat. Ia menekankan pentingnya distribusi informasi yang adil terkait beasiswa pendidikan tinggi bagi warga tidak mampu di Sulteng.
“Kita ingin mensarjanakan rakyat Sulteng. Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya, tapi misi besar untuk mencerdaskan. Maka informasi tentang ini harus sampai, jangan sampai rakyat kita terkecoh oleh informasi keliru bahwa kuliah itu mahal dan mustahil,” ucap Anwar.
Sementara program Berani Sehat, kata dia, telah menjadi tonggak besar bagi pelayanan publik di sektor kesehatan. Cukup dengan KTP, seluruh warga kini bisa mengakses layanan kesehatan gratis. “Tidak ada provinsi lain yang mampu melakukannya seperti kita. Maka capaian ini harus diketahui masyarakat luas, dan di sinilah pentingnya peran penyiaran,” imbuhnya.
Ia pun menutup sambutan dengan harapan besar. “Gunakan amanah ini untuk memperkuat jati diri daerah melalui siaran yang sehat dan mencerahkan. Mudah-mudahan KPID Sulteng akan berjaya dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Upacara ditutup dengan ucapan selamat dan sesi foto bersama antara Gubernur dan para anggota KPID yang baru dilantik. Mereka kini memanggul tugas untuk menata arah penyiaran Sulawesi Tengah tiga tahun ke depan. (**)