Gubernur dan Wagub Hadiri Rembuk Budaya Pertama di Sulawesi Tengah, Diganjar Gelar Kehormatan Tau Doka
- Selasa, 27 Mei 2025 - 17:26 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(foto: Ist)
Faktasulteng.id, BUOL - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Buol untuk menghadiri Rembuk Budaya Bokid Hadat, Selasa, 27 Mei 2025. Acara yang digelar di Anjungan Leok dan Aula Kantor Bupati Buol ini menjadi forum kebudayaan pertama yang diselenggarakan di tingkat provinsi.
Rombongan gubernur tiba di Bandara Pogogul Buol pada siang hari dan disambut meriah oleh jajaran pemerintah daerah serta warga setempat. Antusiasme anak-anak sekolah yang berbaris di sepanjang jalan menuju lokasi acara turut menyemarakkan suasana penyambutan.
Kunjungan ini juga menandai kali pertama Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menginjakkan kaki di Tanah Pogogul. Tak hanya menjadi tamu dalam forum budaya, keduanya juga mendapat kehormatan adat dari Kerajaan Buol.
Usai menunaikan salat berjamaah di Masjid Agung Buol, rombongan gubernur bertolak ke Istana Raja Buol. Di sana, Gubernur Anwar disematkan gelar kehormatan Tau Doka oleh Raja Buol, Moh Syafri Turungku. Penyematan ditandai dengan pengenaan songgo taud, penutup kepala khas kebesaran adat. Gelar yang sama juga diberikan kepada Reny Lamadjido oleh Permaisuri Raja Buol, Lismeta Abd Habid, disimbolkan dengan pemakaian sarung khas Buol.
“Ini adalah penghormatan tertinggi bagi masyarakat Buol atas kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Raja Buol dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa penyematan gelar kehormatan merupakan bentuk pelestarian nilai adat yang menjadi identitas daerah.
Rembuk Budaya Bokid Hadat digelar pada 28 hingga 29 Mei 2025. Forum ini digagas sebagai langkah strategis dalam pelestarian kebudayaan lokal dan penguatan identitas daerah. Di dalamnya, tokoh adat, budayawan, serta pemangku kepentingan lainnya duduk bersama merumuskan empat rekomendasi utama bagi pembangunan budaya di Buol.
Rekomendasi pertama menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan Kerajaan dan Dewan Adat Buol, agar tetap relevan dalam dinamika sosial saat ini. Rekomendasi kedua mendorong pembentukan Peradilan Adat Buol sebagai mekanisme penyelesaian sengketa berbasis hukum adat.
Dua rekomendasi lainnya fokus pada aspek pelestarian bahasa dan seni daerah. Diusulkan pembentukan Dewan Kesenian Buol serta penguatan literasi Bahasa Buol, yang akan diintegrasikan dalam kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar dan menengah.
Kehadiran Anwar Hafid dalam forum ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan berbasis budaya. “Budaya bukan hanya warisan, tapi kekuatan pembangunan,” ujar Gubernur Anwar dalam sambutannya.
Rembuk Budaya di Buol ini diharapkan menjadi model awal yang akan direplikasi di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah. (**)