Gubernur Anwar Hafid Siapkan Sarasehan Nelayan, Matangkan Program BERANI Tangkap Banyak
- Sabtu, 12 Juli 2025 - 13:45 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ist)
Faktasulteng.id, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyiapkan langkah strategis untuk merumuskan program kesejahteraan nelayan berbasis kebutuhan riil. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi bakal menggelar sarasehan akbar yang mempertemukan perwakilan kelompok nelayan dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Agenda ini menjadi bagian penting dari penyusunan dan pemantapan program unggulan BERANI Tangkap Banyak.
Program ini diklaim sebagai salah satu prioritas utama Pemprov Sulteng dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan serta menurunkan angka kemiskinan di kawasan pesisir.
“Dari sekarang hingga 2029, saya ingin program ini benar-benar berdampak bagi nelayan. Kita harus tahu berapa kelompok nelayan aktif dan berapa kapal tangkap yang dibutuhkan,” ujar Anwar Hafid dalam rapat terbatas bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Moh. Arif Latjuba, di ruang kerjanya, Sabtu, 12 Juli 2025.
Gubernur menekankan dua kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi: kapal pelingkar (purse seine) dan kapal penangkap tuna. Untuk itu, pemerintah provinsi sedang menyusun rencana pengadaan armada tangkap secara bertahap selama lima tahun ke depan, dimulai pada 2026.
Namun, sebelum kapal disiapkan, Anwar memilih mendengarkan langsung suara nelayan. Forum konsultatif yang terbuka dan partisipatif dinilai penting agar setiap kebijakan lahir dari realitas di lapangan, bukan semata-mata pendekatan birokratis dari atas.
“Kita perlu tahu apa yang paling dibutuhkan nelayan kita, jenis armada seperti apa yang cocok, dan pola pendampingan seperti apa yang mereka butuhkan. Kalau bisa, forum ini juga melibatkan pihak kementerian dan praktisi perikanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKP Sulteng, Moh. Arif Latjuba, melaporkan sejumlah inisiatif pengembangan sistem logistik ekspor untuk mendongkrak daya saing produk perikanan, terutama tuna dan cakalang. Salah satu gagasan yang tengah dirancang adalah pengoperasian kapal pengiring, agar hasil tangkapan bisa tiba di pelabuhan dalam waktu maksimal lima hari sebelum diekspor ke Jepang.
Gubernur merespons positif rencana tersebut dan meminta agar uji coba segera dilakukan.
Program BERANI Tangkap Banyak juga disiapkan dengan pendekatan pemberdayaan nelayan kecil. Mulai dari dukungan operasional berupa BBM, logistik, hingga akses pasar. Dukungan ini bersifat stimulus agar nelayan bisa lepas dari ketergantungan dan menjadi mandiri.
Anwar Hafid juga menekankan pentingnya pemutakhiran data kelompok nelayan berbasis wilayah, serta kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, akurasi data dan sinergi antarinstansi akan menjadi kunci keberhasilan program ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung ke masyarakat pesisir. (**)