Gubernur Anwar Hafid Luncurkan Gema Kerukunan Kulawi Raya, Serap Aspirasi Rakyat
- Senin, 16 Juni 2025 - 13:01 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(foto: IST)
Faktasulteng.id, SIGI - Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., meresmikan peluncuran Gema Kerukunan Masyarakat Kulawi Raya di Lapangan Garuda, Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Minggu, 15 Juni 2025. Acara yang dihadiri ribuan warga itu menjadi ajang penguatan kerukunan, budaya, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Peluncuran ditandai dengan pembacaan Maklumat Budaya Toleransi Suku, Budaya, dan Agama oleh tokoh adat Kulawi, menegaskan komitmen warga dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Hadir dalam acara ini Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, dan hampir seluruh kepala OPD eselon II lingkup Pemprov Sulteng.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi kearifan lokal Kulawi yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi. “Kepemimpinan BERANI tidak boleh hanya dibangun di atas meja. Ia harus tumbuh dari bawah, bersama rakyat,” ujarnya.
Gubernur menegaskan kunjungannya bukan untuk menyampaikan janji, melainkan mendengar langsung aspirasi rakyat. “Saya tidak akan banyak bicara. Silakan sampaikan langsung saja, ‘Pak, kami butuh ini.’ Biar cepat, kami catat dan tindak lanjuti,” kata Anwar Hafid yang langsung membuka sesi dialog rakyat seusai launching.
Dalam dialog itu, warga dari berbagai desa menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi: jembatan rusak di Desa Wangka, akses jalan ke Desa Lonca, ancaman banjir sungai di Desa Gimpu, hingga belum teralirinya listrik PLN di empat desa pegunungan.
Keluhan juga datang dari sektor pendidikan. Seorang guru dari SMPN 32 Kulawi mengungkapkan bahwa kegiatan belajar-mengajar terpaksa dilakukan di ruang guru dan ruang seni karena kekurangan kelas. Komite SD Inpres Dekade 6 menyampaikan bahwa sekolah mereka belum tersentuh perbaikan sejak gempa.
Sektor kesehatan pun tak luput. Seorang ibu dari Gimpu menyuarakan kebutuhan akan dokter tetap di puskesmas. “Kalau gawat, kami harus ke Palu. Tapi nyawa tidak bisa ditunggu,” katanya lirih.
Mendengar hal itu, Gubernur Anwar Hafid langsung merespons konkret. Untuk keluhan soal SMA, ia langsung menyatakan keputusan di tempat. Untuk SMP, ia berjanji akan berkoordinasi dengan Bupati. Kerusakan sekolah akan segera dikomunikasikan dengan Balai Cipta Karya PUPR melalui Sekprov.
Gubernur juga menyampaikan program prioritas Sembilan BERANI, di antaranya:
- Berani Cerdas, pembebasan biaya bagi siswa SMA/SMK,
- Berani Sehat, pengobatan gratis tanpa syarat BPJS aktif,
- Berani Lancar dan Berani Menyala untuk pembangunan jalan dan listrik desa,
- dan Beasiswa pendidikan tinggi senilai Rp280 miliar, termasuk bantuan Rp20 juta per semester bagi mahasiswa kedokteran.
Ia juga memastikan proyek pembangunan jalan provinsi Kalukubula-Gimpu senilai hampir Rp200 miliar akan dituntaskan dalam tiga tahun lewat skema multiyears.
Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengapresiasi perhatian Gubernur terhadap pembangunan wilayah Kulawi Raya. Ia menekankan bahwa daerahnya memiliki potensi besar, termasuk kawasan wisata seperti Air Terjun Maimah dan air panas alami yang masih tersembunyi.
“Jika infrastruktur ditingkatkan, maka ekonomi rakyat akan tumbuh. Terima kasih Pak Gubernur, karena tidak hanya hadir tapi membawa seluruh jajaran OPD provinsi melihat langsung kondisi masyarakat kami,” ujar Bupati Rizal.
Ia juga mengonfirmasi bahwa Gubernur Anwar Hafid akan menghadiri HUT ke-17 Kabupaten Sigi pada 24 Juni mendatang, dan memberikan kado pembangunan kantor DPRD definitif bagi kabupaten tersebut.
Menutup kegiatan, Gubernur menegaskan bahwa Gema Kerukunan bukanlah seremoni semata. “Kalau Kulawi bisa hidup rukun dalam keberagaman, inilah contoh pembangunan yang sesungguhnya. Dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat,” kata Anwar Hafid menutup. (**)