Gubernur Anwar Hafid dan IAI Sulteng Matangkan Desain Hutan Kota Palu, Target Mulai Dibangun 2026

Gubernur Anwar Hafid dan IAI Sulteng Matangkan Desain Hutan Kota Palu, Target Mulai Dibangun 2026 Gubernur Anwar Hafid Matangkan Desain Hutan Kota Palu, Siap Jadi Ikon Hijau dan Pusat Aktivitas Warga Mulai 2026. (Foto: Ist)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, menggelar rapat khusus bersama jajaran Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Senin, 11 Agustus 2025. Pertemuan itu membahas revisi desain Hutan Kota yang akan menjadi ikon baru Kota Palu dan mulai dibangun pada 2026.

Anwar menegaskan visinya agar Hutan Kota menjadi pusat kebanggaan warga sekaligus ikon hijau yang memadukan fungsi rekreasi, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

“Saya ingin Hutan Kota ini menjadi pusat segala pusat di Kota Palu. Semua aktivitas masyarakat bisa terfasilitasi di sini, dari olahraga, pertunjukan seni, hingga wisata edukasi. Selain itu, kita akan jadikan hutan ini benar-benar asri, dengan ciri khas Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Salah satu konsep yang ia dorong adalah penanaman pohon-pohon endemik Sulawesi Tengah dan tanaman buah produktif, meniru konsep taman kota luar negeri yang populer karena keindahan dan produktivitasnya. Ia juga menyoroti potensi lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik Kota Palu. Area ini akan dikembangkan menjadi titik pandang strategis, lengkap dengan jalur pejalan kaki berlandskap khusus yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama dari ketinggian maupun dari bawah.

Fasilitas hiburan juga menjadi perhatian. Anwar mengusulkan pembangunan amphitheater berkapasitas besar.

“Kalau bisa, kita buat amphitheater terbesar di dunia. Bukan hanya besar, tapi benar-benar jadi kebanggaan kita,” tegasnya.

Selain itu, ia menginginkan jalur ring route melingkar untuk aktivitas lari dan bersepeda, dengan bundaran besar di luar dan bundaran kecil di dalam. Rencana awal menghadirkan aviary (kubah burung) tetap dibahas, meski ada kendala teknis karena lokasi berada di jalur penerbangan pesawat.

Dari pihak IAI Sulteng, desain awal tahun 2017 memuat konsep seperti kebun binatang, taman kaktus, jalur sepeda gunung, dan area rekreasi komunitas. Namun, sesuai arahan Gubernur, rancangan tersebut akan direvisi untuk mengusung konsep yang lebih modern, produktif, dan menonjolkan keunikan lokal.

Pertemuan itu menghasilkan kesepahaman untuk mengintegrasikan seluruh masukan ke dalam desain final. Pembangunan Hutan Kota diharapkan menjadikannya destinasi unggulan, simbol kota hijau, dan pusat interaksi sosial warga Sulawesi Tengah. (**)